Dilansir dari bijakbersosmed.id, ada teknik THINK (True, Helpful, Illegal, Necessary, dan Kind) yang bisa digunakan sebagai salah satu dasar sebelum membuat postingan atau menyebarkan suatu informasi di dunia maya. Maksudnya, True untuk mempertimbangkan apakah informasi tersebut benar adanya dan tidak mengandung hoaks. Illegal, apakah di dalamnya terkandung konten-konten terlarang, hak cipta atau pelanggaran lainnya. Necessary, pentingkah informasi tersebut untuk disebarluaskan dan dikonsumsi oleh publik. Kind, apakah postingan atau informasi tersebut sesuai dengan etika dan tidak melukai perasaan orang lain (bombastis.com, 2018). Teknik ini merupakan salah satu bentuk dari literasi digital, yang mana jika diterapkan maka jejak digitalnya akan baik.
Sehingga dari hal ini dapat disimpulkan bahwa jejak digital bisa memberikan dampak yang baik atau positif ketika individu mampu mengontrol aktivitas di dunia mayanya dengan berliterasi digital. Ketika individu sudah terbiasa berliterasi digital dalam aktivitas dunia mayanya, maka secara tidak langsung maupun sadar individu akan membagikan informasi-informasi yang berkualitas, bermanfaat bagi orang lain, beretika, dan sebagainya. Nah, apabila ada perusahaan yang stalker atau melakukan cyber-vetting bisa melihat bahwa calon karyawan yang akan direkrutnya nanti memiliki kualitas yang bagus dalam memilah dan memberikan suatu informasi.
Daftar Rujukan :
Howison, J., Wiggins, A., & Crowston, K. (2011). Validity Issues in the Use of Social Network Analysis with Digital Trace Data. Journal of the Association for Information Systems -JAIS, 12(12), 767–797.
Intel Corporation. (2015). Your Digital Footprint. Retrieved from http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_footprint
Shear&Knobel.indd. (2008). Contents. In Digital Literacies Consepts Policies and ....... (pp. v–321).
https://id.wikipedia.org/wiki/Berita_bohong
https://pakarkomunikasi.com/pengertian-media-sosial-menurut-para-ahli
https://tirto.id/mungkinkah-menghapus-jejak-digital-cN2D