Â
 Dalam Program Teknologi Tepat Guna (TTG), KKN Kelompok 10 Universitas  Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) beranggotakan 21 orang telah menciptakan suatu inovasi baru berupa alat Penyiraman tanaman otomatis berbasis panel surya yang dinamai Kiw’s dengan kepanjangan Kebon Tunggul Irigation Watering Sistem ( Alat Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Panel Surya) di Mojokerto desa kebontunggul Jawa Timur. Dalam Program Teknologi Tepat Guna (TTG) diketuai oleh salah satu anggota KKN Kelompok 10 yaitu Muhammad Raihan Darmawan Program Studi S1 Teknik Mesin
     Desa Kebontunggul merupakan sebuah desa yang kaya akan potensi alam dan wisata desanya sehingga memiliki potensi yang baik bagi UMKM dan wisata edukasi bagi pengunjung. Salah satunya adalah Wisata Tanaman Obat Mencirang,  pada wisata tersebut telah dibangun tempat foodcourt dan rumah kaca sehingga melengkapi wisata edukasi yang cocok untuk anak - anak hingga dewasa. Namun sangat disayangkan tidak ada yang mengurus Wisata Tanaman Obat Mencirang Sehingga wisata edukasi tersebut tidak terawat dengan baik dan banyak tanaman obat kering dikarenakan tidak ada alat penyiraman tanaman. Oleh karena itu kami kelompok 10 memberikan wadah perkaderan bagi anak - anak muda di desa kebun tunggul yaitu karang taruna untuk membangun kembali  Wisata edukasi ini dan  memanggil para ibu - ibu UMKM untuk mengembangkan  produknya kembali serta menciptakan inovasi berupa alat penyiram tanaman obat otomatis berbasis panel surya sehingga dapat menjadi wisata Edukasi pelestarian lingkungan dg Irigasi Tetes untuk menjadikannya sebagai wisata khas modern
Alat penyiraman otomatis menggunakan tenaga surya bekerja dengan memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan sistem penyiraman tanaman secara otomatis.
Berikut adalah penjelasan tentang cara kerjanya:
1. Penangkapan Energi Matahari:
Panel Surya: Sistem ini dilengkapi dengan panel surya yang menangkap sinar matahari
dan mengubahnya menjadi energi listrik. Panel surya biasanya ditempatkan di lokasi
yang terkena sinar matahari langsung untuk efisiensi maksimum.
2. Penyimpanan Energi:
Aki: Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya disimpan dalam aki. Aki ini
memungkinkan alat tetap berfungsi bahkan saat malam hari atau ketika cuaca
mendung, di mana sinar matahari tidak tersedia.
3. Pompa Air:
Aktivasi Pompa: Ketika sensor mendeteksi bahwa tanaman membutuhkan air, atau
ketika timer mencapai waktu yang telah ditentukan, pompa air elektrik akan diaktifkan
menggunakan energi dari aki. Pompa ini kemudian mengalirkan air dari sumber air
(seperti tangki atau sumur) ke tanaman melalui selang atau sistem irigasi tetes.
4. Distribusi Air:
Sistem Irigasi: Air yang dipompa elektrik akan dialirkan ke tanaman melalui sistem irigasi
yang telah dipasang. Sistem ini bisa berupa irigasi tetes.
5. Pengisian Ulang Energi:
Siklus Berkelanjutan: Pada siang hari, panel surya terus mengisi ulang dari solar
charge controller ke aki. dengan energi dari matahari, memastikan bahwa sistem tetap
memiliki daya untuk beroperasi kapan pun diperlukan.
Dengan sistem ini, penyiraman tanaman menjadi lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan, tanpa memerlukan intervensi manusia yang berlebihan. Dengan banyaknya manfaat pada alat tersebut, alat ini telah diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2024 di Wisata Edukasi Tanaman Obat Lembah Bencirang Desa Kebon tunggul, Kec.Gondang ,Kabupaten Mojekerto Jawa Timur Yang Di datangi Oleh Kepala Desa Haji. Siandi, S.H., M.M., M.H. Dan perangkat desa lainnya serta didampingi oleh dosen pebimbing Lapangan bapak Andika Cahyono Putra S.T., M.T. dalam peresmian inovasi sekaligus disumbangkan pada wisata edukasi modern ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI