Muamalah (Hubungan Sosial dan Ekonomi), yang meliputi hukum pernikahan dan keluarga, hukum jual beli dan transaksi ekonomi, serta hukum waris dan pembagian harta
1. Hukum Pernikahan dan Keluarga
Pernikahan dalam Islam adalah ikatan yang sah antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membangun keluarga yang sakinah (tenang), mawaddah (kasih sayang), dan rahmah (penuh rahmat).
Rukun Nikah: Terdiri dari calon mempelai laki-laki, perempuan, wali, dua saksi, dan ijab kabul.
Syarat Sah Pernikahan:
* Calon mempelai beragama Islam.
* Tidak ada halangan syar'i (misalnya hubungan mahram).
* Mahar (mas kawin) sebagai kewajiban suami.
Hak dan Kewajiban dalam Keluarga:
* Suami bertanggung jawab memberi nafkah dan melindungi keluarga.
* Istri berkewajiban mengelola rumah tangga dan mendidik anak.
Perceraian: Diperbolehkan jika tidak ada jalan keluar lain, namun dianggap sebagai solusi terakhir.
Â
2. Hukum Jual Beli dan Transaksi Ekonomi
Islam mengatur ekonomi dengan prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan untuk menghindari praktik yang merugikan.
Rukun Jual Beli:
* Penjual dan pembeli.
* Barang atau jasa yang dijual harus jelas.
* Harga yang disepakati.
* Ijab kabul (akad).
Syarat Sah Transaksi:
* Barang halal, tidak rusak, dan dimiliki secara sah.
* Tidak ada unsur gharar (ketidakjelasan) dan riba (bunga).
Jenis Transaksi dalam Islam:
* Jual Beli (Bai’): Transaksi perdagangan.
* Sewa Menyewa (Ijarah): Pemanfaatan barang/jasa dengan imbalan tertentu.
* Syirkah: Kemitraan ekonomi berbasis bagi hasil.
* Mudharabah: Kerja sama usaha dengan pembagian keuntungan sesuai kesepakatan.
* Larangan dalam Ekonomi: Praktik riba, penipuan, gharar, dan monopoli.
3. Hukum Waris dan Pembagian Harta
Hukum waris dalam Islam mengatur pembagian harta peninggalan seseorang kepada ahli warisnya secara adil dan proporsional, sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan Hadis.
Ahli Waris:
* Kelompok utama: Anak, orang tua, pasangan (suami/istri).
* Kelompok sekunder: Saudara kandung, paman, keponakan (jika tidak ada ahli waris utama).
Prinsip Pembagian:
* Harta dibagi setelah melunasi utang, melaksanakan wasiat (maksimal 1/3), dan biaya pemakaman.
* Pembagian mengikuti ketentuan syariat (misalnya, laki-laki mendapat dua kali bagian perempuan dalam beberapa kasus).
Tujuan Hukum Waris:
* Menjamin keadilan antar ahli waris.
* Mencegah konflik keluarga terkait harta.
* Membantu ahli waris yang membutuhkan.
Kesimpulannya Muamalah dalam Islam memberikan panduan menyeluruh untuk menjaga hubungan sosial dan ekonomi yang harmonis:
1. Hukum Pernikahan dan Keluarga: Menjamin keteraturan dan keadilan dalam hubungan keluarga.
2. Hukum Jual Beli: Menciptakan transaksi ekonomi yang adil, halal, dan bermanfaat.
3. Hukum Waris: Mengatur pembagian harta secara adil dan sesuai syariat.
Panduan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan diberkahi.
Rahayu NurfadilahÂ
Hukum IslamÂ
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H