Mohon tunggu...
Putri Nura Tanzila
Putri Nura Tanzila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Brawijaya

Tertarik pada topik psikologi

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Merasa Pusing atau Kinerja Menurun Ketika Bangun Tidur? Yuk, Kenali Apa Itu Sleep Inertia!

3 Desember 2024   22:20 Diperbarui: 3 Desember 2024   22:24 39
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pernah tidak sih, bangun tidur yang kita rasakan itu ngantuk berat, kepala pusing, mood berantakan dan kadang seperti orang kebingungan, niat hati mau tidur biar badan terasa segar dan otak refresh tapi malah sakit kepala dan rasanya mau balik tidur lagi? Apalagi kondisi ini sering kali kita rasakan ketika tidur terlalu singkat atau tidur di waktu yang tidak tepat. Itu namanya sleep inertia. Kondisi ini sering banget kita rasakan dan bikin malas bergerak, apalagi kalau alarm berbunyi ketika kita sedang nyenyak tertidur. Pada saat itu, tubuh belum bisa sepenuhnya untuk berpikir atau beraktivitas. Dan ternyata kondisi ini cukup umum dialami banyak orang. Meski cukup umum dialami, sleep inertia dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Jadi, kenapa sih ini bisa terjadi? Dan, ada tidak cara buat mengatasinya biar setelah bangun mood tidak berantakan? Yuk, bahas bareng di artikel ini! 

Apa Itu Sleep Inertia?

Sleep Inertia bisa dikatakan sebagai kondisi peralihan atau transisi antara tidur dan terjaga yang sering kali dialami orang beberapa orang. kondisi sini mengacu pada penurunan kinerja yang terjadi setelah tidur dibandingkan dengan sebelum tidur. Hal yang sering kali dirasakan ketika mengalami kondisi ini dimana kita merasakan sakit kepala, mood berantakan, kebingungan, dan malas beraktivitas, sehingga kita ingin tidur kembali. 

Berapa lama sleep inertia terjadi?

Kebanyakan orang mengalami sleep inertia dengan durasi antara 10–30 menit pascatidur. Durasi sleep inertia pada setiap orang berbeda beda, tergantung dengan kondisi tidur orang tersebut apakah cukup atau tidak dalam sehari-hari.

Mengapa  Sleep Inertia dapat terjadi?

- Tahapan Tidur.

Salah satu faktor penyebab sleep inertia terjadi adalah tahapan tidur yang terjadi selama kita tertidur. Tahapan tidur pada manusia ada 4 tahapan, 3 tahap pertama berupa NREM (Non Rapid Eye Movement) dan 1 tahap berupa REM (Rapid Eye Movement). 

Pada tahapan NREM pertama, tubuh dan pikiran kita masih diantara alam sadar dan bawah sadar. Pada tahap ini kita bisa mudah bangun atau terbangun karena hal-hal kecil walaupun kita suda memejamkan mata 

Pada tahap kedua NREM, tubuh dan pikiran kita mulai terbawa ke dalam alam bawah sadar atau mulai tidur nyenyak, detak jantung dan pernapasan mulai melemah. Kita biasanya melewati tahapan ini selama 10-25 menit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun