Mohon tunggu...
PUSPITA WINDA ANAFRI
PUSPITA WINDA ANAFRI Mohon Tunggu... Guru - Guru di sekolah dasar negeri 002 LOGAS,kecamatan logas tanah darat,kabupaten kuantan singingi

Saya seorang guru,dan juga mahasiswa magister pedagogik universitas lancang kuning, dan juga seorang atlit volly ball

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pentingnya Pendidikan Karakter Anak di Sekolah Dasar

8 Juni 2024   10:04 Diperbarui: 8 Juni 2024   12:50 104
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pembentukan karakter siswa di sekolah (dok. pribadi)

 

Pada dasarnya di zaman milenial ini banyak masyarakat yang beranggapan pendidikan karakter pada anak di zaman dahulu dan zaman sekarang berbeda. Pendidikan karakter pada zaman dahulu jauh lebih bagus di bandingkan pada zaman sekarang ini. Oleh karena itu karakter yang berkualitas pada saat ini perlu di bentuk dan di bina pada usia dini,tepatnya pada sekolah dasar.

 

Usia dini khususnya usia anak sekolah dasar (SD) merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang,penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak-anak adalah kunci utama membangun suatu bangsa. Hal ini terjadi karena pada faktanya, sikap sebagian besar anak zaman sekarang lebih bandel atau susah di atur sehingga membuat orang tua mengelus dada, misalnya anak sekolah dasar (SD) yang berani melawan guru dan orang tua, berkelahi dengan teman,merokok,menggunakan bahasa yang tidak pantas di ucapkan kepada orang yang lebih tua,dan masih banyak perilaku yang tidak baik lainnya.

 


Hal tersebut berkembang semakin parah seiring dengan meningkatnya kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan anak-anak tersebut. Kebebasan anak-anak dalam mengakses internet membuat anak-anak tersebut hanya terfokus pada apa yang mereka lihat di internet saja.seolah anak-anak tersebut berasumsi hal apa yang mereka lihat di luar sana dengan jangkauan internet adalah hal-hal yang sangat keren sehingga mereka sehingga menarik minat anak-anak tersebut untuk menirukan dan mempraktekkannya. Masalah ini adalah salah satu dampak negative dari kecanggihan teknologi yang sangat merusak moral anak-anak kita.

 

Perkembangan teknologi saat ini memang tidak bisa di cegah oleh siapapun. Namun, ada upaya yang bisa di lakukan untuk meminimalisir masalah tersebut yaitu dengan memperkuat pengawasan dari pihak orang tua dan juga pihak sekolah serta memberikan pendidikan karakter pada anak pada anak di zaman milenial ini. Hal tersebut di lakukan agar anak mengetahui dampak positif maupun dampak negative dari penggunaan teknologi di era globalisasi sekarang ini. Anak sekolah dasar adalah anak yang masih berusia dini yang pada umumnya usia saat itu cenderung masih labil dan cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang cukup besar dan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat negative atau tidak baik.

 

Ada dua peran yang paling bertanggung jawab dalam mengemban tugas untuk pendidikan karakter anak,yaitu orang tua dan juga guru. Seorang guru mempunyai peran sebagai orang tua saat anak berada di lingkungan sekolah. Sehingga menjadi guru di sekolah dasar (SD) bukan hanya bertanggung jawab memberikan asupan pelajaran, melainkan juga harus mampu mendidik moral, etika, dan karakter pada anak didiknya. Begitu juga dengan orang tua di rumah juga sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak,maka dari itu perlu kerja sama antara orang tua dan guru dalam membentuk karakter pada anak. Karakter anak tidak akan terbentuk jika hanya mengharapkan salah satu saja yang berjuang dalam membentuk karakter anak tersebut.

 

Menurut konsep trilogy pendidikan yang di kemukakan oleh Ki Hajar Dewantara, guru dapat mengatasi permasalahan pendidikan karakter pada anak sekolah dasar (SD). Trilogy pendidikan tersebut berisi tiga semboyan yaitu, Ing Ngarsa Sung Tulada yang berarti di depan pendidik memberi teladan atau contoh yang baik untuk peserta didiknya, Ing Madya Mangun Karso yang berarti di tengah murid guru mampu memberikan ide atau pengaruh yang baik untuk peserta didiknya, kemudian Tut Wuri Handayani yang artinya kalau di belakang guru mampu memberikan dorongan dan arahan atau memberi pengaruh yang baik menuju hal yang baik. Sehingga di sini dapat kita pahami bahwa tugas guru bukan hanya sekedar mengajar tetapi juga mendidik siswanya.

 

Menurut penulis penerapan atau pengaktualisasikan ajaran Ki Hajar Dewantara di era modern ini sangat berguna untuk meningkatkan karakter bangsa. Pendidikan karakter sangat penting keberadaannya karena dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia anak sekolah dasar secara utuh dan seimbang. Perlu langkah bersama untuk mewujudkan pembentukan karakter sehingga bangsa Indonesia berubah menjadi bangsa yang berkarakter tinggi. Bila pendidikan karakter di sekolah telah mencapai keberhasilan,sebaiknya di bantu pantau atau control oleh orang tua di rumah,sehingga pembentukan karakter siswa dapat tercapai dengan maksimal.jika pendidikan karakter telah berhasil, maka akan terwujud generasi penerus bangsa yang berkarakter dan tidak di ragukan lagi masa depan bangsa Indonesia ini akan berubah menjadi lebih baik.

 

 

Penulis : PUSPITA WINDA ANAFRI

 

GURU SD NEGERI 002 LOGAS,KEC.LOGAS TANAH DARAT,KAB. KUANTAN SINGINGI

 

MAHASISWA MAGISTER PEDAGOGIK SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS LANCANG KUNING

 

RIAU

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun