PLN ULP Kangean telah melakukan penyambungan di beberapa desa di pulau-pulau sekitar Kangean sejak Juli 2020. Karena lokasinya adalah pulau-pulau yang terpisah satu sama lain, dibutuhkan kerja ekstra untuk mewujudkannya.Â
Melistriki pulau-pulau kecil itu tidak sama dengan mengulurkan kabel di pulau besar seperti Jawa. Medan yang sulit ditempuh, infrastruktur yang amat minim dan lokasi geografis yang sulit dijangkau membuat pembangunan jaringan listrik membutuhkan waktu lebih lama.
Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti ini, pembangunan dilakukan dengan ekstra hati-hati. Menghitung juga transportasi antarpulau yang tidak mudah diakses. Namun berkat kegigihan dan kerja sama banyak pihak, dusun-dusun di kepulauan Kangean itu kini telah bercahaya.
Warga menyambut baik penyambungan listrik itu. Sebuah mimpi yang telah sangat lama mereka idamkan. Namun mereka paham, lokasi rumah mereka yang terpencil membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Nur Alam, mewakili warga Desa Timur Jangjang mengucapkan terima kasih pada PLN. Karena listrik adalah kebutuhan pokok untuk menggerakkan kemajuan di wilayah itu.Â
Listrik dibutuhkan sekolah, untuk penerangan dan menaikkan air dari sumur. Masuknya listrik ke Desa Timur Jangjang tempat ia tinggal seumur hidup itu adalah impian yang jadi nyata.
"Semoga PLN dapat menyambung lebih banyak lagi," kata Nur Alam, dengan wajah bahagia.
Beberapa desa lain yang mendapatkan peyambungan listrik adalah Dusun Daandung Atas, Sumur Kongo, Timur Jangjang Bawah, Timur Jangjang Atas, dan Pulau Sabuntan.Â
Total ada 121 pelanggan. Mereka saat ini adalah orang-orang yang sedang berbahagia menikmati keajaiban lampu berpijar di rumahnya masing-masing.
Masuknya listrik di kepulauan Kangean adalah sebuah proses penting untuk memulai bergeraknya kemajuan. Dengan listrik segala sesuatu kini mungkin dilakukan. Karena otomatis internet dan gadget untuk mengaksesnya juga bukan hal yang mustahil diwujudkan di sana.Â
Dari sana, mimpi-mimpi mereka yang lainnya menunggu untuk diwujudkan segera. Tidak seperti nama kepulauan itu yang berarti terendam, impian mereka kini menolak tenggelam.