Sebagian warga yang saluran napasnya terpapar partikel serbuk jerami menjadi batuk-batuk. Sofi, remaja anak Bang Tigor yang sensitif menjadi sesak napas karena asmanya kambuh dan dibawa berobat ke puskesmas.
Selain menjemur jerami, pekerja Pak Munir menggunakan dua lapangan RT 05 untuk menjemur gabah padi.
Menjadi perbincangan pula bahwa ada keengganan untuk menyampaikan soal keberatan itu ke Pak Munir, mengingat semua kebaikan yang telah diterima warga RT 05.
Pak Munir memang bukan warga RT 05, tetapi dermawan membantu warga RT 05. Sesuai batas jalan, rumah Pak Munir karena berada di seberang jalan sudah masuk wilayah RW lain.Â
Sebagian anggaran pembelian tenda inventaris RT adalah sumbangan Pak Munir. Pak Munir ikut menyumbang material untuk membangun balai RT, juga kursi plastik untuk hajatan warga.
Pak Sarno, warga tertua dan lebih sering dipanggil Mbah Sarno menyebut situasi kebatinan warga RT 05 dalam istilah Jawa sebagai "ewuh pakewuh."
Karena sering mendapat bantuan, Mas RT merasa seakan subordinat di hadapan Pak Munir. Hal itu tidak diungkapkan kepada warga. Namun sebenarnya sebagian warga juga memiliki perasaan yang sama.
Warga RT 05 menjadi ewuh pakewuh karena telah menerima kebaikan Pak Munir. Warga menjadi merasa sulit untuk menolak atau mengajukan keberatan terhadap penggunaan fasilitas umum oleh pekerja Pak Munir.
Tetapi ada pula yang tegas harus menyampaikan keberatan.
"Mas RT, kita tidak perlu pakewuh dengan Pak Munir. Kita setara dalam urusan hak untuk kepentingan umum, apa lagi ada yang sampai gawat sesak napas." Faisal, karyawan pabrik yang aktivis buruh memberi dukungan.
Probo cucu Mbah Sarno, mahasiswa yang akan menyusun proposal skripsi ikut melakukan analisis. Pertama dia percaya belum tentu Pak Munir yang mempunyai kemauan. Barangkali tindakan menjemur jerami di lapangan RT 05 adalah murni inisiatif pekerja Pak Munir.
Probo mencoba menghubungkan antara ketegasan bebas bersikap dan etika kesantunan agar tidak terperangkap ewuh pakewuh yang salah kaprah. Ewuh Pakewuh biasanya dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik dan menjaga hubungan yang baik. Namun bila mengorbankan kepentingan orang banyak dan terbukti membahayakan tentu sikap ewuh pakewuh tidak tepat.