Terutama commitment, yang menjadi elemen penting dalam sebuah hubungan. Dimana komponen ini mempengaruhi panjang pendeknya hubungan yang dijalani oleh setiap pasangan.
Adapun fungsi dasar keluarga dapat diidentifikasi sebagai berikut:
- Reproduksi. Keluarga akan mempertahankan jumlah populasi masyarakat dengan andanya kelahiran. Adanya keseimbangan angka natalitas dan mortalitas menjadikan populasi manusia menjadi eksis.
- Sosialisasi. Keluarga menjadi tempat untuk melakukan tansfer nilai-nilai masyarakat, keyakinan, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan sains yang akan diteruskan kepada generasi penerus.
- Penugasan peran sosial. Keluarga sebagai mediasi identitas keturunan (ras, etnis, agama, sosial ekonomi, dan peran gender) serta identitas perilaku dan kewajiban. Sebagai contoh, dalam beberapa keluarga, anak perempuan diarahkan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan menjadi pengasuh anak, sedangkan anak laki-laki diarahkan untuk menjadi pencari nafkah.
- Dukungan ekonomi. Keluarga menyediakan tempat tinggal, makanan, dan perlindungan. Pada beberapa keluarga di negara-negara industri, semua anggota keluarga kecuali anak-anak berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi.
- Dukungan emosional. Keluarga memberikan pengalaman pertama anak-anak dalam interaksi sosial. Interaksi sosial dapat berupa hubungan emosional, pengasuhan, jaminan keamanan bagi anak-anak. Keluarga juga memiliki kepedulian pada anggotanya ketika mereka sakit atau mengalami penuaan (Rohmat,2010).
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!