TIBA DI PASAR.
jalan saling melewati tdk saling kenal, ya iya krn belum pernh ketemu lagi dia sdh byk berubah mukanya😂
Cuma dalam hati guee "yg inikah orgnya tdi tpi tdk mgkin dia tdk knl sy" udh lanjut belanja sampai selesai.
Pas pulang di telfon dong tnya, dimana? minta ketemuan, sy menunggulah di warung bibiku. Setelah ketemu kenalanlah disitu, disuru buka maskerÂ
🧒 : Ohhhh cocok miÂ
(Dalam hati guee cocok apanya !! )
+- 10 menit cerita pulanglah kita berpisah.
Sore hri itu juga ditelfon minta temani kirim paket dgn segala kata2 akhirnya setujulah saya pada saat itu. Di ijinkan sama orang tuaku Di ajak singgah dulu dirumah dan bertemu orang tuanya. Malamnya pulang dari situ sudah ngomong serius mau ajak serius komitmen sama-sama.Â
Tapi pada saat itu saya belum bisa jawab krn pikiran lagi kacau, hubunganku dgn seseorang tdk jelas, keputusan masih ada sama saya jika saya maafkan kita bisa bersatu kembali, tapi jika saya tidak memaafkn perbuatanya kita pasti berpisah, berhari-hari menunggu tanpa kabar, menunggu penjelasan yg masuk akal, menunggu dia menggakui keselahannya dan meminta maaf, tetapi dia tdk kunjung datang, sampai akhirnya dia mendengar dari orang lain bahwa saya sdh jalan bersama seseorang baru dia datang kembali temui saya, tapi sudah terlambat saya juga sudah terlanjur menerima dan menetapkan hatiku sama dia yang ajak saya komitmen bersama.
2 minggu kemudian sy melihat dia mengupload foto dimedia sosial dengan seorang cewek. 2 bulan kemuadian dia menikah. Dan aku masih prajabatan pada saat itu, sejak saya terbitkan tulisan ini saya masih sibuk mengurus pengajuan nikah kantor yang begitu banyak prosesnya (Calonku se org TNI yg saya temui sesingkat cerita di atas).
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H