Para guru yang mendidik kita sebagai generasi penerus bangsa agar tetap berjalan di atas garis semangat perjuangan dan rasa cinta tanah air yang tulus. Para guru yang mengajarkan bahwa intelektualisme itu penting di dalam mengasuh kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sekilas tentang Intelektualisme
Dikutip dari Wikipedia intelektualisme merupakan sebuah ajaran filsafat yang menitik beratkan pada pengenalan (kognisi) melalui akal serta secara metafisik memisahkannya dari pengetahuan indra serapan. Intelektualisme dekat dengan rasionalisme.Â
Di mana dalam tradisi filsafat Yunani kuno penganut intelektualisme menyangkal kebenaran pengetahuan indrawi serta menganggap pengetahuan intelektual sebagai kebenaran hakiki.Â
Intelektualisme mengharuskan adanya akal atau kecerdasan otak untuk berpikir secara rasional. Plato dan Aristoteles merupakan tokoh intelektualis (filsuf) yang mendasari paham intelektualisme.
Sementara itu kaum intelektual adalah mereka yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, pengetahuan luas dan kemampuan analitis yang mendalam. Para kaum intelektual memiliki kelebihan dalam berbagai aspek seperti pengetahuan kognitif, pengetahuan, kreatifitas, keterbukaan terhadap ide baru, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
Peranan kaum intelektual dalam masyarakat sangatlah penting dalam membentuk pandangan, memecahkan masalah dan memajukan pengetahuan serta pemahaman kita tentang dunia.Â
Singkatnya kaum intelektual merupakan kaum terpelajar, kritis dan independen dalam bersikap terhadap segala fenomena yang terjadi di masyarakat. Mereka hanya berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran pengetahuan itu sendiri. Lepas dari doktrin ataupun kepentingan-kepentingan bersifat pragmatis. Itulah intelektual sejati.
Saya sendiri berpandangan kaum intelektual ini selain dekat pengertiannya dengan kaum rasionalis sejatinya mereka juga sangat dekat dengan kaum guru dan kaum pendidik.Â
Sebagaimana diuraikan di atas bahwa munculnya kaum intelektual dimulai pada masa era kejayaan Yunani kuno. Di mana pada saat itu dalam peradaban Yunani kuno mulai muncul para kaum pemikir yang ingin menggeser tradisi berpikir dari kosmosentris menuju antroposentris. Dengan basis akal dan rasional sebagai sebagai instrumennya. Dimotori oleh Socrates, Plato dan Aristoteles.