Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Mendaur Ulang Tema Tulisan dari Sudut Pandang Thomas Alfa Edison

8 Maret 2021   08:41 Diperbarui: 8 Maret 2021   08:46 357
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
cowcatcher di kereta uap (clipart-library.com)

***

Tips Mendaur Ulang Tema Tulisan dari Sudut Pandang yang Berbeda

"Normalitas dan rutinitas adalah rangsangan lemah untuk berpikir kreatif. Langkah kunci untuk menjadi orang yang lebih kreatif adalah mengembangkan kebiasaan yang membantu Anda melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda - perspektif non-rutin. " - Blaine McCormick, penulis At Work with Thomas Edison.

Begitulah, terkadang kita menemukan diri kita kehabisan ide untuk ditulis secara kredibel, hingga kreativitas kita pun dikatakan terhambat. Padahal, dunia memberi kita pasokan topik potensial yang tak terbatas.

Sayangnya, kita tidak bisa menjadi ahli dalam semua hal. Makanya, cara paling mudah untuk tetap menulis meski pikiran kita buntu dan tidak menemukan ide baru adalah dengan mendaur ulang tema-tema tulisan lama.

Seperti yang dilakukan Thomas Alfa Edison, untuk mendaur ulang tema tulisan, kita harus melakukannya dengan sudut pandang yang berbeda. Jika penulis lain mengamati dari kursi gerbong yang nyaman, kita harus mengamati dari kursi yang bisa memberikan pandangan terbaik, sekalipun itu terasa tidak nyaman.

Misalnya tentang Ghosting yang jadi topik pilihan di Kompasiana. Kamu sudah pernah menuliskannya dari sudut pandang orang yang terkena ghosting. Itu setara dengan sudut pandang ilmuwan di yang duduk di kursi gerbong kereta.

Bagaimana cara mendaur ulang tema ini dengan sudut pandang yang berbeda, melihatnya dari tempat duduk cowcatcher?

Kamu bisa menuliskannya dari sudut pandang pelaku ghosting. Sekalipun kamu belum pernah melakukannya, kamu bisa berimajinasi. Pikirkan seolah-olah kamu melakukan ghosting terhadap pasanganmu, dan ceritakan bagaimana perasaanmu itu.

Kamu juga dapat menulis dari sudut pandang teman dekat dari kedua pasangan dalam hubungan tersebut, menjelaskan bagaimana rasanya melihat orang yang menghindar dan pasangannya mengalami hal ini bersama-sama.

Atau yang lebih anti mainstream lagi, kamu bisa menulis hal-hal yang tidak menceritakan hubungan pasangan yang melakukan ghosting, namun masih punya keterkaitan. Misalnya kamu bisa mengulas asal-usul istilah ghosting dan siapa yang pertama kali memopulerkannya.

Misalnya lagi nih, topik tentang sosok mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. Banyak Kompasianer yang menuliskannya dengan mengambil sudut pandang orang ketiga yang mengagumi integritas Artidjo Alkostar. Ini setara dengan sudut pandang ilmuwan yang mengamati gerhana dari jendela gerbong kereta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun