Arens (1993) dari Nike Rimawati (2011: 19) menyatakan bahwa independensi adalah cara pandang yang adil dalam melakukan pengujian audit, menilai hasil audit, dan menyusun laporan audit.Â
Kode Etik Chartered Accountant menyatakan bahwa Chartered Accountant diharapkan tidak memiliki kepentingan pribadi dalam menjalankan tugasnya, yang melanggar prinsip kelengkapan dan objektivitas. Akuntan independen adalah akuntan yang tidak memihak dan tidak dapat dipertanyakan kewajarannya agar tidak merugikan pihak manapun.Â
Oleh karena itu, akuntan tidak berhak untuk memihak siapa pun, betapa pun sempurnanya keterampilan profesional mereka, karena mereka kehilangan imparsialitas yang sangat mereka butuhkan untuk menjaga kebebasan berekspresi. Pemikiran auditor dalam membentuk dan menyatakan opini audit harus mencakup independensi aktual dan independensi penampilan.
Etika Audit
Etika Audit berkompeten dalam menjalankan proses sistematis dalam proses pengumpulan dan penilaian secara objektif bukti informasi terukur tentang klaim pelaku ekonomi untuk tujuan menetapkan dan menentukan tingkat konsistensi.Hal ini dapat didefinisikan sebagai prinsip etika yang dipraktikkan oleh suatu orang yang mandiri di.Â
Selama klaim ini, kami akan melaporkan validitas informasi kepada pemangku kepentingan kami. Profesional audit membutuhkan standar etika karena auditor dipercaya dan tunduk pada potensi konflik kepentingan. Etika dapat dikatakan mencerminkan apa yang disebut "pengendalian diri" atau "pengendalian diri".
Fee Audit
 Fee Audit merupakan honorarium yang dibebankan oleh akuntan publik kepada perusahaan auditee atas jasa yang dilakukan akuntan publik terhadap laporan keuangan. Audit fee memiliki besarannya masing -- masing karena tergantung dari beberapa penugasan audit seperti ukuran perusahaan klien, kompleksitas jasa audit, serta nama kantor akuntan publik yang melaksanakan jasa audit.Â
Penentuan Audit fee ditentukan oleh besar kecilnya perusahaan yang diaudit (client size), resiko audit (atas dasar current ratio, quick ratio, D/E, Litigation risk), dan kompleksitas Audit (Subsidiares foreign listed).Selain ukuran perusahaan, penentuan honorarim audit juga dapat dilihat berdasarkan struktur biaya KAP yang bersangkutan, tingkat resiko yang mungkin terjadi, kompleksitas tugas yang diberikan, dan tingkat keahlian yang diperlukan.
 Kualitas Audit
De Angelo dalam Agustina (2016:27) mendefinisikan kualitas audit adalah kemungkinan dimana auditor akan menemukan dan melaporkan pelanggaran yang ada dalam sistem akuntansi klien. Indikator pengukuran kualitas adalah adanya kesesuaian pemeriksaan dengan standar audit yang telah ditetapkan, kualitas laporan audit yang dihasilkan; dan perencanaan dan pelaksanaaan serta kemampuan menemukan kesalahan dan keberanian melaporkan kesalahan., maka dapat disimpulkan bahwa kualitas audit merupakan segala kemungkinan dimana auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan, dimana dalam melaksanakan tugasnya tersebut auditor berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan publik yang relevan.