Mohon tunggu...
PMM Kalimantan
PMM Kalimantan Mohon Tunggu... Lainnya - Media Publikasi

Pengabdian Masyarakat-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Desa Banua Kupang, Kec. Labuan Amas Utara, Kab. HST, Kalimatan Selatan

Selanjutnya

Tutup

Nature

Mahasiswa PMM-UMM Kelompok 78 Pasang Keran Cuci Tangan dan Berdayakan Toilet Umum di Pasar Desa Banua Kupang

15 September 2020   13:44 Diperbarui: 15 September 2020   14:11 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Proses Pelubangan Dinding untuk Memasukkan Pipa Air dari Luar kedalam Toilet (dok. pribadi)

Kota Barabai – Pada masa pandemi di Era New Normal ini sangat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau jika tidak ada tempat cuci tangan, masyarakat bisa menggunakan handsanitizer sebagai penggantinya.

Namun, karena harga handsanitizer yang lumayan mahal dari harga biasanya, maka masyarakat lebih memilih untuk mencuci tangan daripada membeli handsanitizer.

Kondisi Pasar Desa Banua Kupang (dok. pribadi)
Kondisi Pasar Desa Banua Kupang (dok. pribadi)
Kondisi Pasar Desa Banua Kupang (dok. pribadi)
Kondisi Pasar Desa Banua Kupang (dok. pribadi)
Pasar merupakan tempat dimana para penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang rawan untuk terjadi penularan COVID-19. Pasar Desa Banua Kupang merupakan salah satu pasar yang sering digunakan oleh penduduk desa untuk membeli dan menjual kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Namun, di pasar ini belum ada keran cuci tangan dan toilet umum nya pun terlihat terbengkalai serta kotor karena tidak adanya aliran air kedalam toilet tersebut. Akibatnya toilet ini tidak pernah digunakan oleh para penjual maupun pembeli di Pasar Desa Banua Kupang.

Kondisi Toilet Umum Sebelum Dibersihkan (dok. pribadi)
Kondisi Toilet Umum Sebelum Dibersihkan (dok. pribadi)

Mengingat mencuci tangan adalah salah satu hal yang sangat penting saat ini, maka Kepala Desa Banua Kupang Bapak Anis Hamidi berinisiatif untuk membuatkan keran cuci tangan dan keran di dalam toilet agar para penjual dan pembeli di pasar dapat mempergunakannya untuk mencuci tangan atau untuk BAB dan BAK.

Oleh karena itu, mahasiswa dari UMM yang sedang melaksanakan kegiatan PMM-UMM Gelombang 7 Kelompok 78 di Desa Banua Kupang yang dibimbing oleh Bapak Faris Rizal Andardi, ST., MT di bawah naungan DPPM UMM membantu kepala desa untuk membuat aliran air di pasar tersebut.

Pada tanggal 11 September 2020 mahasiswa PMM-UMM kelompok 78 membantu pihak desa untuk membuat saluran air ke toilet umum dan keran air untuk cuci tangan di pasar agar dapat dipergunakan masyarakat umum yang sedang berjualan ataupun berbelanja di pasar tersebut.

Saluran air dibuat dari pipa-pipa yang disambungkan dari sumber air menuju ke arah toilet. Selain itu, juga dibuatkan keran cuci tangan di tengah pasar. Pada hari itu, pasar sedang sedang tidak beroperasi sehingga mahasiswa PMM-UMM dan bapak tukang yang sudah ditunjuk oleh aparat desa dapat melakukan kegiatannya dengan lancar.

Proses Pelubangan Dinding untuk Memasukkan Pipa Air dari Luar kedalam Toilet (dok. pribadi)
Proses Pelubangan Dinding untuk Memasukkan Pipa Air dari Luar kedalam Toilet (dok. pribadi)

dok. pribadi
dok. pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun