Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ade Armando Jadi Bintang Iklannya

12 April 2022   20:29 Diperbarui: 12 April 2022   20:32 776
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Rasanya sudah cukup lama tidak ada demonstrasi mahasiswa berskala besar seperti yang terjadi pada tanggal 11 April kemarin.

Terlepas dari segala polemik tentang latar belakang aksi tersebut, saya pikir demo seperti ini adalah sesuatu yang lumrah terjadi di negara yang menjunjung tinggi demokrasi seperti negara kita. Pun bisa menjadi semacam checkpoint perjalanan bangsa dengan segala dinamikanya. Apalagi jika kita simak, tuntutan aksi mereka cukup masuk akal untuk didengungkan dan sangat aktual dengan kondisi tanah air saat ini.

Dilansir dari kompas.com tuntutan mahasiswa tersebut antara lain sebagai berikut:

Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

Menuntut Presiden Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Mendesak Presiden Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Mendesak Presiden Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia dan mendesak Jokowi-Ma'ruf Amin berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampaye pada sisa masa jabatan.

Hanya saja segala macam bentuk aksi yang melibatkan begitu banyak orang memang rawan untuk disusupi dan ditunggangi. Lautan manusia membuat segala perbedaan (perbedaan atribut, kelompok dan pergerakan) menjadi bias. Tidak terlalu nampak lagi mana kawan mana orang asing, mana teman-teman sebarisan mana orang-orang yang menyusupkan diri, mana yang lurus menyuarakan tuntutan mana yang berniat bikin rusuh.

Di tengah lautan manusia, adrenalin juga meluap-luap sehingga sering kali rasio atau logika tidak terlalu digunakan lagi. Inilah yang membuat selalu ada keributan yang berujung konflik entah kecil atau besar pada aksi-aksi seperti ini.

Pagi tadi saat berselancar di beberapa portal berita untuk mengecek bagaimana jalannya aksi kemarin, saya melihat ada satu peristiwa yang cukup intens diberitakan. Ya benar, peristiwa pengeroyokan Ade Armando.

Sebenarnya keributan, perkelahian atau persekusi terhadap orang maupun kelompok kerap terjadi pada aksi-aksi seperti ini. Hanya saja karena Ade Armando ini tokoh yang cukup populer, peristiwa pengeroyokannya pun cukup banyak diekspos dan menghias pemberitaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun