ABSTRAK
Keragaman siswa di dalam kelas adalah kenyataan yang tak terelakkan dalam pendidikan. Siswa memiliki perbedaan dalam gaya belajar, kemampuan kognitif, minat, dan latar belakang sosial. Untuk mengatasi keragaman ini, model pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang efektif, yang memberikan perhatian khusus terhadap perbedaan-perbedaan ini. Dalam konteks matematika, model ini dapat diperkaya dengan teori Multiple Intelligences, serta bagaimana pendekatan ini terintegrasi dengan kehidupan siswa untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi mereka.
Kata Kunci:Â Keragaman Siswa, Pembelajaran Berdiferensiasi, Multiple Intelligences, Matematika, Kehidupan Siswa, Gaya Belajar.
PENDAHULUAN
Setiap kelas memiliki siswa dengan latar belakang dan kemampuan berbeda, menciptakan tantangan bagi guru dalam pembelajaran matematika. Siswa bisa jadi memiliki pemahaman dan penerapan konsep yang bervariasi. Oleh karena itu, model pembelajaran berdiferensiasi penting, karena menyesuaikan materi, proses, dan hasil untuk memenuhi kebutuhan siswa yang beragam.
Teori MI Gardner untuk memperkaya pembelajaran berdiferensiasi. Manusia memiliki berbagai jenis kecerdasan, tidak hanya logis. Artikel ini membahas bagaimana guru dapat merancang pengalaman pembelajaran matematika dengan memahami kecerdasan siswa, serta menggunakan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi keragaman dan menghubungkan konsep dengan kehidupan mereka.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Â Keragaman dalam pembelajaran matematika
Keragaman siswa dalam kelas matematika tidak hanya terbatas pada perbedaan kemampuan kognitif atau pengetahuan awal, tetapi juga meliputi perbedaan dalam gaya belajar, minat, lingkungan sosial, dan motivasi mereka. Faktor ini memengaruhi cara siswa memahami dan mengaplikasikan konsep matematika.
* Kemampuan Kognitif: Setiap siswa memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep matematika. Beberapa siswa mungkin cepat menangkap ide baru, sementara yang lain membutuhkan lebih banyak waktu dan dukungan.
* Gaya Belajar: Setiap siswa belajar dengan cara yang berbeda. Ada siswa yang lebih suka belajar melalui visualisasi (gambar, grafik), ada yang lebih suka diskusi (verbal), dan ada yang lebih suka aktivitas fisik atau kinestetik (menggunakan alat peraga atau manipulatif).