Mohon tunggu...
Landra Fikri Dzaky
Landra Fikri Dzaky Mohon Tunggu... Ilmuwan - Penulis

Seorang penulis yang suka berpetualang

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Calon Perwira Pemasyarakatan Terapkan 9 Nilai Antikorupsi guna Cegah Budaya Korupsi di Lapas Sejak Dini

15 September 2021   19:36 Diperbarui: 15 September 2021   19:41 381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bahwa berdasarkan Undang-Undang no.12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan terdapat tujuan dari pemasyarakatan yang sampai saat ini terus menjadi pedoman. 

Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan Kerjasama oleh berbagai pihak baik dari internal maupun eksternal salah satunya dengan memberantas korupsi yang ada di Unit Pelaksana Teknis baik lapas maupun Rutan. Mengingat pegawai Lapas maupun Rutan merupakan pelayan publik yang sarat akan kepentingan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Selain itu terdapat hak-hak kemanusiaan yang harus diberikan kepada Tahanan dan Narapidana serta kepada keluarga sesuai dengan aturan yang ada. Secara Nasional indikator korupsi bisa dilihat menggunakan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang diukur menggunakan skala 1-10, dimana diketahui bahwa pada tahun 2020 skor IPK Indonesia berada pada skor 37 dan pada tahun 2019 berada pada skor 40 yang artinya terdapat penurunan skor IPK. 

Untuk mengatasi permasalahan korupsi di Indonesia dan khususnya di Unit Pelaksana Teknis Rutan dan Lapas dirasa tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberatasan pasca kejadian melainkan perlu langkah preventif berupa penanaman nilai-nilai anti korupsi kepada calon kader pemasyarakatan.

Oleh karena itu Politeknik Ilmu Pemasyarakatan sebagai pencetak lulusan perwira pemasyarakatan yang kelak akan menjadi calon pimpinan di institusi pemasayarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM perlu menanamkan nilai anti korupsi dilingkup ketarunaan. 

Penanaman 9 nilai anti korupsi meliputi Nilai Kejujuran, Kepedulian, Kemandirian, Kedisiplinan, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Kesederhanaan, dan Keberanian serta Keadilan.

Kejujuran merupakan nilai paling awal dalam pencegahan tindak pidana korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Apabila nilai kejujuran diterapkan dalam diri sejak dini maka akan timbul rasa takut ketika akan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan rasa penyesalan terhadap apa yang telah diperbuat. 

Nilai kejujuran dapat diimplementasikan sejak dini oleh pihak dan Taruna dengan cara pemberian apresiasi terhadap proses ujian yang dilaksanakan tanpa mencontek dan pemberian punishment kepada taruna yang kedapatan mencontek. 

Apresiasi kampus  bukan lagi berdasarkan hasil yang dicapai melainkan kesesuaian proses yang dilaksanakan oleh setiap taruna dalam mencapai tujuan. Nilai anti korupsi yang kedua ialah nilai kepedulian yang diimplementasikan oleh taruna kepada lingkungan sekitarnya. 

Kepekaan taruna terhadap lingkungan diharapkan menjadi modal berharga untuk mencegah tindak pidana korupsi.

 Nilai anti korupsi yang ketiga ialah kemandirian dimana taruna dituntut untuk dapat berdiri dikaki sendiri tanpa bergantung pada orang lain dalam segala hal. 

Nilai sikap kemandirian bisa dilaksanakan dalam wujud pengerjaan soal yang dilakukan secara mandiri tanpa bantuan berbagai pihak. Nilai anti korupsi selanjutnya ialah kedipilinan yang merupakan naluri melekat dalam diri setiap taruna. 

Kedisiplinan taruna dapat diimplementasikan setiap saat mulai dengan mengikuti segala bentuk perkuliahan sesuai ketentuan sampai dengan pengamalam sikap yang terdapat dalam peraturan kehidupan taruna. Dengan kedisiplinan yang melekat diharapkan dapat menjadi benteng taruna dalam mencegah tindak pidana korupsi dikemudian hari.  

Nilai anti korupsi kelima ialah Tanggung Jawab dimana taruna telah mengimplementasikan nilai tersebut kedalam kehidupan sehari-hari misal dengan dijalankannya kegiatan siding hukuman disiplin bagi taruna yang melanggar peraturan kehidupan taruna. 

Nilai anti korupsi selanjutnya yang bisa diimplementasikan yaitu Kerja keras dan kesederhanaan yang telah diterapkan dalam kehidupan taruna misal dalam pengambilan reward baik brevet maupun hak-hak ketarunaan lain dibutuhkan proses yang panjang dan rumit sebagai bentuk tradisi taruna untuk menguji kerja keras dan keserdehanaan serta kemampuan dan kemauan seorang taruna. 

Nilai anti korupsi terakhir yang dapat diimplementasikan taruna adalah sikap berani dan adil. 

Seorang taruna harus berani mengambil risiko dalam sebuah pilihan dan harus tau diri akan kemampuan yang bisa dilampauinya. Ke 9 Nilai antikorupsi apabila diterapkan kedalam kehidupan sehari-hari maka akan membentuk jati diri yang tahan akan godaan tindak pidana korupsi. 

Sehingga pada masa yang akan datang tujuan pemasyarakatan dapat tercapai dengan maksimal mengingat dalam setiap diri kader pemasyarakatan telah tertanam benteng yang kuat untuk mencegah tindak pidana korupsi.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun