Dengan asumsi menjadi Cawapres Anies Baswedan, Cak Imin akan dapat mengendalikan komunitas NU via PKB agar memberikan suaranya kepada Capres Anies.
Ini tentu musykil, meski PKB adalah anak kandung NU. Betapa tak mudah baginya untuk meyakinkan warga Nahdliyin agar mendukungnya dalam Pilpres 2024. Meski ia berakar dari NU, di mata NU ia tetaplah pelakor jahat pasca Tayuban.
Sementara Anies dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk popularitasnya yang jauh melorot setelah terbukti DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya malah tambah berantakan berbeda dengan pendahulunya Ahok, apalagi politik identitas yang digunakannya ketika menjatuhkan Ahok. Sampai-sampai gelar yang ditorehkan kepadanya adalah Bapak Politik Identitas.
Dalam konteks Pilpres 2024, meraup suara rakyat bagi pasangan Anies-Cak Imin tentu tak semudah yang dibayangkan. NU dan PKB hanyalah salah satu faktor. Sementara perkembangan politik bisa berubah dari waktu ke waktu. Surya Paloh yang menjadi dirigen pasangan ini malah jadi pusing 13 keliling. Mau melepas Cak Imin karena manuver Yenny Wahid yang tak ingin Nasdem dan koalisinya merecoki NU. Ini malah jadi senjata makan tuan baginya. Kalau nggak mau kejang di tempat bobo sekalipun itu Hotel bintang sepuluh. Sebaiknya Pak Brewok memainkan jurus valsa saja ketimbang jurus tayuban masa kini versi Cak Imin. Hayyo ..
Pengaruh Gus Dur
Gus Dur adalah tokoh nasional yang dihormati. Ia bahkan disebut-sebut sebagai Guru Bangsa dan di Jatim Park III Batu, Malang, Gus Dur dinukilkan sebagai tokoh besar multikulturalisme di negeri ini.
Warisannya dalam bidang politik, agama, dan hak asasi manusia masih mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di negeri ini. Pengaruhnya yang masih dirasakan hingga kini adalah sebagai berikut :
Pemimpin Politik. Gus Dur pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia dari tahun 1999 hingga 2001. Meskipun masa jabatannya singkat, ia memegang peran penting dalam memperkuat demokrasi di Indonesia pasca-Orde Baru. Pengalaman politiknya dan nilai-nilai demokrasi yang dipromosikannya tetap diingat oleh banyak pemimpin politik Indonesia.
Kebijakan Agama dan Pluralisme. Gus Dur adalah pendukung pluralisme agama dan toleransi antaragama. Ia mempromosikan pendekatan yang inklusif terhadap berbagai aliran agama di Indonesia. Legacynya itu masih terlihat dalam upaya untuk mempertahankan toleransi beragama dengan beragam kelompok agama.
Organisasi Agama. Gus Dur adalah seorang ulama dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Pengaruhnya dalam NU tetap kuat, terutama dalam menjaga nilai-nilai moderat dan toleran dalam Islam.
Hak Asasi Manusia. Gus Dur adalah seorang advokat hak asasi manusia. Kontribusinya dalam memperjuangkan hak-hak individu dan kebebasan berbicara masih diingat oleh para aktivis hak asasi manusia di Indonesia.