Mohon tunggu...
Sungkowo
Sungkowo Mohon Tunggu... Guru - guru

Sejak kecil dalam didikan keluarga guru, jadilah saya guru. Dan ternyata, guru sebuah profesi yang indah karena setiap hari selalu berjumpa dengan bunga-bunga bangsa yang bergairah mekar. Bersama seorang istri, dikaruniai dua putri cantik-cantik.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengadakan Kembul Bujana, Apa Untungnya?

21 September 2024   00:18 Diperbarui: 21 September 2024   00:22 337
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam acara ini sangat mendukung dilakukan kembul bujana dengan model menaruh makanan di atas daun pisang yang digelar.

Awalnya daun pisang hendak kami usahakan. Tapi, si pengelola penginapan menyediakan diri menyiapkan daun pisang.

Padahal, pada musim kemarau seperti saat ini tak mudah mencari daun pisang yang masih utuh, tak sobek. Sehingga, adanya tawaran baik ini membuat kami tak perlu berpikir keras  berburu daun pisang.

Mungkin di tempat tinggal si pengelola penginapan ada banyak daun pisang. Sehingga, ia dengan sangat terbuka dan tulus menyediakan diri menyiapkannya.

Kembul bujana di atas daun pisang seluruh makanan tersaji memang tak pernah kami lakukan. Di rumah, kami terbiasa makan memakai alas makanan piring atau mangkok.

Sehingga, adanya kehendak untuk kembul bujana model ini sangat menarik dan membuat sebagian besar kami penasaran.

Makan malam di tempat kami beracara, dilakukan kembul bujana seperti rencana. Daun pisang yang sudah disediakan oleh si pengelola penginapan, kami tata. Tentu daun pisang ini sudah dibersihkan terlebih dahulu. Sebab, pada musim kemarau ini sangat sulit menghindarkan daun dari debu.

Kami mengambil area di selasar penginapan, yang menghadap ke laut. Cuma lautnya tak kelihatan sebab pandangan terhalang oleh pohon-pohon yang tinggi.

Sekalipun tak banyak daunnya karena rontok oleh musim kemarau, rapatnya pohon tak memberi sela kami dapat memandang laut.

Tapi, tak masalah sebab kami masih dapat menikmati laut dan pasir jika kami mau mendekat ke laut, yang jaraknya tak sampai satu kilometer.

Daun pisang sudah tergelar memanjang sepanjang selasar dan beberapa kami sudah duduk di sisi kanan-kirinya, saling berhadapan. Oleh ibu-ibu dan beberapa anak makanan mulai disandingkan ke daun pisang yang tergelar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun