Memang dapat saja masalah terjadi karena lingkungan pergaulan siswa yang keliru. Tapi, kalau dalam keluarga, anak menjumpai lingkungan yang membuatnya merasa nyaman, aman, dan membahagiakan, sangat kecil kemungkinannya anak memiliki problem, termasuk hanyut dalam pergaulan yang keliru.
Upaya menyempurnakan langkah penanganan dengan mengadakan kegiatan parenting bagi orangtua/wali siswa yang anaknya bermasalah tentu lebih baik.
Sebab, melalui kegiatan parenting akan membuka wawasannya dalam membersamai anak dalam memasuki masa pertumbuhan dan perkembangan.
Nah, terkait dengan adanya pengelompokan orangtua/wali siswa yang anaknya memiliki problem yang kemudian diundang, diajak refleksi, dan berkegiatan parenting tak berarti merendahkan mereka. Tapi, memudahkan sekolah untuk memberi bantuan penyelesaian problem belajar siswa.
Sebab, sekolah tak mungkin memiliki kemampuan menangani siswa bermasalah tanpa menggandeng orangtua/wali siswa (baca: keluarga), yang memang mereka memiliki waktu lebih banyak bersama anak.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H