Mohon tunggu...
Syahrizal Pahlevi
Syahrizal Pahlevi Mohon Tunggu... Seniman - adalah seorang penyuka gambar dan tulisan. tinggal di Yogyakarta.

lahir di Palembang. menyelesaikan sd, smp dan sma di Palembang. Pendidikan: ISI Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tolong Jangan Corat-coret

13 Februari 2022   17:00 Diperbarui: 13 Februari 2022   17:01 470
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Tampaknya sejak fenomena corat-coret liar ini marak di Yogyakarta (dan merambah ke kota-kota lain) tidur para pemilik dinding bangunan jadi tidak nyenyak lagi.

Bayangkan, baru saja mereka membayar mahal tukang cat untuk mengecat dinding toko, rumah, pagar, rolling door milik mereka sendiri dengan warna idaman mereka, belum lagi cat tersebut benar-benar mengering, eh...esok paginya ada secuil atau seabrek coretan cat di dinding bangunan mereka. Nyesek bukan?

Kita aja yang bukan pemilik dinding tersebut dan hanya bisa menyaksikan tentunya bisa merasakan kegeraman mungkin kemarahan sang empunya dinding bangunan.

Tidak jarang kita lihat pemilik bangunan bersusah payah membersihkan dindingnya dari coretan yang tidak diinginkannya tersebut. Tapi siapa bisa menjamin esoknya atau kapan-kapan di kemudian hari dindingnya akan luput dari tangan-tangan jahil pencorat-coret tak bertanggung jawab?

Bagi para pencorat-coret dinding sepertinya tidak ada ketakutan atau hal-hal yang bisa menahan nafsu iseng  mereka. Dinding apapun yang ditemui tidak ada yang luput dari incaran. Barangkali yang dapat membuat keder nyali mereka cuma dinding aset pemerintah saja karena akan berhadapan dengan hukum jika ketahuan aksinya.

Selain bangunan aset pemerintah, yang dapat membuat takut juga cuma aset kraton Ngayogyakarta.
Nah kalau ini mereka bukan saja akan berhadapan dengan hukum tetapi juga behadapan dengan warga Yogyakarta yang tidak rela bangunan bersejarah kebanggaan mereka dicorat-coret tangan iseng.

Lebih jauh lagi bisa kualat!

Syahrizal Pahlevi

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun