Sayangnya, belum sempat Hercule menemukan siapa si pembunuh, korban lain mulai berjatuhan satu demi satu yang menyebabkan kasus ini menjadi kian rumit dan dia harus berlomba dengan waktu untuk memecahkannya.
MISTERI PEMBUNUHAN DI KAPAL
Sebagaimana kasus pembunuhan yang diselidiki oleh Hercule Poirot di film terdahulu Murder on the Orient Express (2017), pembunuhan di film Death of the Nile ini pun dilakukan tempat tertutup yang menyulitkan pelaku dari luar untuk masuk ke dalam.
Hal ini menjadikan misterinya tersaji lebih menarik terlebih penonton akan digiring opininya bahwa masing-masing orang memiliki motif yang pas untuk melakukan aksi pembunuhan itu.
Respon penonton terhadap film ini relatif bervariasi. Namun, umumnya menyayangkan kualitasnya yang dianggap menurun. Baik dari segi cerita, akting, bahkan CGI. Dalam hal ini, saya harus setuju. Murder on the Orient Express memang jauh lebih baik.
Walau begitu, Death on the Nile juga nggak bisa dibilang jelek. Saya suka dan cukup menikmati filmnya secara keseluruhan walau ada bebera adegan yang sebaiknya dihilangkan atau dipadatkan (seperti adegan perang di awal film yang memperlihatkan  Hercule Poirot saat masih muda).
Terus terang, saya berharap kisah Hercule Poirot, tokoh rekaan novelis Agatha Christie ini terus dikembangkan sebab masih banyak novel lain yang menarik dan pantas untuk diangkat ke layar lebar.
Skor 8,2/10
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H