Siapa yang tidak mengenal kata DJ atau yang disebut juga dengan disc jockey. salah satunya Muhammad Aris Oktavianto (20) dari dua bersaudara dan ia merupakan anak pertama.Â
Mahasiswa yang berasal dari universitas Bhayangkara Surabaya, ia sekarang menetap disurabaya . sejak smp dia sudah menekuni dunia musik, pertama kali alat musik yang dia pengang ialah alat musik keyboard. Hingga ahkirnya ia mulai mencoba musik elektronik atau yang disebut juga dengan dj, tidak hanya di situ ia juga sekarang mengajar sebagai guru di sekolah swasta menengah pertama di surabaya.
Awal mula tertarik dengan musik EDM yang dalam bahasa inggrisnya berarti electronic dance music, sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, awal mulanya ia hanya bermain alat musik keyboard. Lalu pada ahkirnya ada salah satu kakak kelas nya di smp mengajak dan menggenal kan tentang  dunia musik elektronik, mulai dari situ ia mempelajari lebih dalam tentang musik elektronik, bahkan ia mencari tau apa itu EDM,apa itu DJ, hingga remixer.
Setelah ia lulus di bangku sekolah menengah pertama, dia melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan. Dan disitu awal karirnya mulai terbuka. Di tahun 2015 awal masuk smk dia berkenalan dengan seorang dj yang dulu sempat main di salah satu club yang ada di Surabaya yang tepatnya yaitu fourplay  tetapi sekarang dj itu sudah resign.Â
DJ Eja-aja namanya. Dj eja-aja yang memberikan bimbingan kepada aris, dan tak perlu waktu yang cukup lama Selama hampir 2 bulan lebih aris bisa mempelajari lebih dalam untuk berbagai music EDM. Dan pada tahun 2015 tepatnya bulan oktober dia sudah mencoba berani untuk tampil di depan umum.Â
Dia mendapatkan tawaran job event perform di acara komunitas band Surabaya yaitu 29 komunitas yang waktu itu bertajuk localy session, tanpa berpikir lama dia menerima tawaran job tersebut. Dan dari situ mulai tumbuh channel undangan berbagai event.
Pertama kali dia perform dalam acara resmi yaitu pada tahun 2016 Â tepatnya bulan agustus, ia mengisi acara di salah satu sekolah di Surabaya, tentunya gugup saat pertama kali tampil di acara resmi.Â
Pada waktu itu ia hanya di beri upah 300.000. bagi dia saat tampil pertama kali tidak terlalu memikirkan jumlah banyak uang . rasa senang yang tak terbendung yang belajar nya hanya dalam waktu singkat. Dari dia tampil pertama kali membuatnya semakin terpacu untuk belajar lebih giat.
Menurutnya sekarang dj bisa menghasilkan pundi-pundi uang, ahkirnya dia pernah beberapa kali perform di Surabaya, tentunya banyak sekali relasi yang terjalin pada saat dia perform, bertemu dengan dj ternama yang sudah mempunyai jam terbang tinggi, di situ sesama profesi dj saling bertukar pikiran , saling menambah jam terbang di musik electronic dan tentunya tetap menghibur para pecinta dunia malam atau yang bahasa kerennya anak club.Â
Di sisi positif tentu ada sisi negative seorang dj. Pandangan buruk seseorang terhadap profesi dj yang kata orang hanya anak nakal. Padahal dj bukan hanya tentang dunia malamnya saja, tapi bagaimana kita bisa memainkan alat musik elektronik. belum semua orang bisa memainkan alat musik tersebut.
Begitu pula saat orang tua menggetahui bahwa anaknya menjadi dj, memang respon pertama kali orang tua sangat-sangat menolak menjadi dj, karena orang tua menggangap bahwa profesi dj hanya akan merusak moral dan prilaku seseorang karena berada di dunia malam. Orang tua mengawatirkan bagaimana masa depannya jika bekerja di suatu club. Tetapi aris mempunyai tekad yang sangat tinggi untuk menjadi dj professional.Â
Untuk memastikan kepada kedua orang tuanya. Ia menjamin selama berada di club dia bisa menjaga diri, dan dia menjelaskan pula jika menjadi seorang dj mendapatkan upah yang dapat meringakan beban orang tuanya. Orang tua pun ahkirnya mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh orang lain dan terjerumus ke dalam hal yang negative.Â
Dan cara untuk menjaga diri sendiri aris mempunyai cara tersendiri, menurutnya yang terpenting ingat dengan tujuan awal ingin masuk menjadi seorang dj untuk apa. Jika untuk menambah skill atau ingin cari tahu tentang dj, ataupun bisa ingin mencoba tantangan baru. Dia tetap focus pada tujuan awalnya menjadi seorang dj.
Di sisi lain setelah lulus smk ia mencoba melamar di salah satu sekolah menengah pertama untuk menjadi guru exrakulikuler. Dia melamar menjadi guru extrakulikuler videografi di smp UNGGULAN BINA INSANI Surabaya, ia bisa karna dulunya beranjak  dari smk.Â
Dengan modal itu akhirnya Aris diterima di salah satu sekolah menengah pertama yang ada di Surabaya. Untuk membagi waktunya kapan saat ia mengajar, kapan saat ia latihan dj dan kapan waktunya untuk kuliah, dia lebih merelakan waktunya latihan dj untuk mengajar dan kuliah. Tetapi pada saat ada waktu luang dia gunakan untuk latihan dj kestudio, biasanya latihan dj di dekat rumahnya tepatnya jl. Nginden raya dan nama studionya THE MASTER DJ MANAGEMENT AND COURSE.
Dia berpesan kepada semua dj khususnya di Surabaya, jangan mengikuti gaya hidup yang negatif. Karena dapat merusak masa depan. Dan sejatinya dj hanyalah profesi bukan gaya hidup. Tetap utamakan kreatifitas dan mempunyai idealisme supaya orang melihat kamu mempunyai ciri khas yang berbeda.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI