Ayah saya mengambil jurusan Teknik mesin, yang pastinya dapat dikatakan memiliki kaitan dengan mobil ataupun otomotif. Ayah saya berkuliah mengendarai motor keluaran Honda dengan tipe GL-100 yang memiliki kapasitas mesin 100cc dan ber-transmisi manual dengan 5 percepatan.Â
Pada masa kuliahnya, beliau mengendarai motor GL-100 dari Surabaya ke Bali, Jogja, dll. Ia menyukai perjalanan jauh karena pada saat kecilnya dahulu, ia selalu ikut berpergian denganorang tua nya yang bekerja sebagai TNI Angkatan darat yang harus berpindah-pindah tempat dinas, sehingga harus menempuh perjalanan jauh.
Oleh karena itu, ia merasa bahwa kegiatan perjalanan jauh sangatlah asik dan membuatnya merasa seperti sedang berpetualang. Hal tersebut menunjukkan bahwa ayah saya menyukai perjalanan jauh mengendarai kendaraan yang ia miliki, atau kerap disebut dengan istilah touring.Â
Sampai saat ini di usia nya yang menginjak kepala 5, ayah saya tetap menyukai kegiatan perjalanan jauh menggunakan mobil. Bahkan, saya juga suka mengendarai mobil untuk melakukan perjalanan jauh, bersama dengan keluarga.Â
Rute perjalanan yang paling sering saya tuju yaitu rute Jakarta-Surabaya dan sebaliknya. Biasanya saat melakukan perjalanan jauh, saya bergantian menyupir mobil dengan ayah saya.
Setelah menempuh jenjang sarjana teknik mesin, ayah saya melanjutkan karirnya dan bekerja dalam sebuah perusahaan mobil jepang. Lagi-lagi, hal yang dilakukan dalam pekerjaannya bersangkutan dengan otomotif, khususnya mobil.Â
Di dalam pekerjaannya, ayah saya selalu bertemu dan melihat langsung mobil yang sudah dirakit maupun yang belum dirakit, bahkan bagian-bagian kecil dari mobil yang belum dirakit.Â
Proses inilah yang menurutnya merupakan bagian yang membuatnya berkembang juga dalam merawat mobil pribadi yang dimilikinya. Cara yang dilakukan untuk merawat mobilnya sangatlah spesial dan diberikan perhatian khusus semacam bukan merawat barang biasa. Beliau tidak ingin mobil miliknya dicuci atau dibersihkan oleh orang lain.Â
Meskipun kondisi tubuhnya lelah, ia tetap rela untuk mencuci dan membersihkan mobil miliknya dengan tenaga sendirian. Karena menurutnya, mobil yang ia miliki aka naman jika ia yang mencucinya sendiri.Â
Terkadang banyak tempat pencucian mobil yang terlihat bagus, namun ternyata setelah dicuci, terdapat bekas goresan lecet pada mobil meskipun tidak akan terlihat jika hanya samar-samar.Â
Oleh karena itu, ayah saya selalu mencuci mobilnya sendiri dengan tujuan menghindari terjadinya lecet pada mobil kesayangannya. Biasanya setelah mobil kesayangannya dicuci, ia memoles mobilnya dengan obat poles agar mobilnya selalu kinclong layaknya mobil yang baru saja dibeli dari sebuah dealer mobil.Â