Mohon tunggu...
Obed Antok
Obed Antok Mohon Tunggu... Jurnalis - Akademisi

Memiliki minat dalam bidang sosial, iptek, dan Pendidikan.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

6 Kebiasaan Buruk Orang yang Suka Playing Victim

1 Agustus 2024   16:10 Diperbarui: 3 Agustus 2024   00:10 603
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kalimat ini itu menunjukkan bahwa mereka adalah korban dari ketidakadilan dan kurangnya pemahaman dari orang lain, sementara sebenarnya mereka mungkin menghindari tanggung jawab atas tindakan atau kesalahan mereka.

Di sisi lain, pernyataan seperti, "Kenapa kamu selalu memperlakukanku seperti ini? Aku sudah melakukan semua yang aku bisa, tapi tidak ada yang pernah menghargai usahaku. Tidak adil sekali!"

Berusaha menarik simpati dengan menekankan seolah-olah mereka telah memberikan segalanya tanpa mendapatkan pengakuan atau penghargaan yang layak. 

Melalui pernyataan ini, mereka berusaha membalikkan situasi, dan membuat orang lain merasa bertanggung jawab kesulitannya.

Pada akahirnya setiap kebiasaan buruk yang dimiliki oleh orang-orang yang suka playing victim atau sebagai korban akan berdampak buruk pada diri sendiri dan orang di sekitarnya.

Dengan menyadari kebiasaan-kebiasaan ini, kita dapat lebih memahami bahwa orang yang suka playing victim dapat merusak diri dan lingkungannya. 

Mengatasi kecenderungan ini seseorang yang suka playing victim memerlukan kesadaran diri, dan keinginan untuk berubah.

Untuk itu perlu bagi kita mengoreksi diri agar hubungan kita di rumah, masyarakat, organisasi, perusahaan, dan komunitas lebih sehat dan konstruktif. 

Kita harus dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan meningkatkan kualitas pergaulan kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun