Mohon tunggu...
Demianus Nahaklay
Demianus Nahaklay Mohon Tunggu... Dosen - Announcer

Menjadi penyiar di radio adalah tugas mulia yang memungkinkan untuk mengedukasi, membangun persahabatan dan memberi solusi atas masalah sosial di masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Dari Zaman Kuno ke Era Digital: Perbandingan Praktik Perbudakan di Mesir dengan Fenomena Ketergantungan HP

7 Mei 2024   21:37 Diperbarui: 15 Mei 2024   06:38 198
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu hasil pekerjaan para budak di Mesir Kuno pexels.com

Tidak ada perbudakan secara fisik jaman sekarang seperti jaman Mesir kuno, tetapi tanpa disadari banyak orang dijaman sekarang masih diperbudak gaya modern. Mungkinkah kita salah satunya.

Dari laman VoA Indonesia.com, definisi, perbudakan adalah keadaan di mana orang menguasai atau memiliki orang lain. Ada kalangan ahli sejarah yang mengatakan bahwa perbudakan mulai timbul sesudah pengembangan pertanian, sekitar sepuluh-ribu tahun yang lalu. 

Ada kalanya tawanan perang diperlakukan sebagai budak untuk bekerja oleh pihak perawan. Budak-budak lain terdiri dari penjahat atau orang-orang yang tidak bisa membayar kembali hutang.

Perbudakan, dalam berbagai bentuknya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah manusia. Meskipun mungkin kita berpikir bahwa perbudakan hanya terjadi di masa lalu, namun kenyataannya, praktik perbudakan masih hidup dalam berbagai bentuk, termasuk dalam kebiasaan modern seperti bermain telepon genggam (HP). 

Dengan membandingkan perbudakan di Mesir kuno dengan fenomena bermain HP di era digital sekarang, kita dapat melihat bahwa meskipun bentuknya berbeda, namun keduanya memiliki implikasi yang serius terhadap kebebasan dan kualitas hidup individu.

Perbudakan di Mesir Kuno: Keterikatan pada Penguasa

Perbudakan di Mesir kuno menjadi inti dari struktur sosial dan ekonomi pada masanya. Budak-budak Mesir dipaksa untuk bekerja tanpa henti di bawah kendali penguasa Mesir yaitu Firaun atau tuan mereka. 

pexels.com
pexels.com

Mereka kehilangan hak-hak asasi manusia mereka dan terikat pada perintah penguasa mereka. Budak-budak Mesir terbebani oleh pekerjaan yang berat dan tidak memiliki kontrol atas nasib mereka sendiri. 

Menurut Alkitab, saat orang Israel diperbudak selama 430 tahun di Mesir, mereka melakukan berbagi jenis pekerjaan, termasuk konstruksi bangunan dan pembuatan bata, serta lapangan, melakukan segala pekerjaan dimana mereka diperintahkan untuk melakukannya.

Keluaran 1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. 

Pengaruh perbudakan ini sangat berdampak buruk pada kehidupan Israel, seperti  dampak sosial, politik dan psikologis yang kompleks bagi setiap individu.

"Perbudakan" Bermain HP di Era Digital: Ketergantungan pada Teknologi

 Dalam era digital saat ini, ada fenomena yang semakin meresahkan: ketergantungan pada perangkat teknologi, terutama telepon genggam atau HP. 

Banyak individu, terutama generasi muda, menemukan diri mereka terjebak dalam pola perilaku yang terus-menerus menggunakan HP untuk bermain game, scroll media sosial, atau menonton konten online. 

Saat tidur pegang HP, saat makan pegang HP, saat duduk pegang HP tiada hari tanpa Hp. Saat duduk sama teman, orang tua, fokusnya hanya di HP yang digenggam.

pexels.com
pexels.com

Ketergantungan ini sering kali menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menurunnya produktivitas, isolasi sosial, dan bahkan masalah kesehatan mental.

Paralel antara Kedua Bentuk Perbudakan

Meskipun berbeda dalam konteksnya, perbudakan di Mesir kuno dan "perbudakan" bermain HP di era digital memiliki beberapa paralel yang mencolok. 

Keduanya melibatkan keterikatan individu pada sesuatu yang mengendalikan dan membatasi kebebasan mereka. Budak-budak Mesir dikendalikan oleh penguasa mereka, sementara individu modern yang kecanduan HP dikendalikan oleh kebutuhan mereka akan hiburan digital yang konstan. 

Kondisi perbudakan ini sangat sulit dibasmi atau dilepaskan setiap orang yang terjebak didalamnya. Dikutip dari laman https://edukatif.org. bahwa ketergantungan atau perbudakan setiap orang maen gadget akan membuat anak tersebut malas untuk belajar, semangat belajar berkurang, konsentrasi belajar menjadi menurun.

Selain itu, kedua bentuk perbudakan ini juga menyebabkan dampak negatif yang serupa bagi individu dan masyarakat. 

Budak-budak Mesir menderita fisik dan emosional karena beban kerja yang berat dan hilangnya kebebasan, sementara individu yang kecanduan gadget  selalu mengalami isolasi sosial, gangguan tidur, dan penurunan kesehatan mental.

Menantang Kembali Perbudakan Modern

Melalui perbandingan ini, kita dapat melihat bahwa meskipun wujudnya berbeda, namun perbudakan masih ada dalam berbagai bentuk di masyarakat modern. 

Penting bagi kita untuk menyadari implikasi dari ketergantungan pada teknologi dan untuk mencari keseimbangan yang sehat dalam penggunaan perangkat digital.

Sebagai masyarakat, kita perlu menantang kembali bentuk-bentuk perbudakan modern ini dengan meningkatkan kesadaran tentang dampak negatifnya dan dengan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan kita pada teknologi. 

Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa kebebasan dan kualitas hidup setiap orang dihargai dan dijunjung tinggi, tanpa terkekang oleh perbudakan dalam bentuk apa pun di era modern ini. semoga bermanfaat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun