Angka tingkat bunuh diri tertinggi di dunia pada 2019, yakni mencapai 72,4 per 100 ribu penduduk. tingkat bunuh diri laki-laki di Indonesia pada 2019 lebih tinggi ketimbang perempuan yakni sebesar 3,7 per 100 ribu penduduk. Sementara tingkat bunuh diri perempuan pada tahun yang sama sebesar 1,1 per 100 ribu penduduk (Annur,2021).
Ketika keluarga sebagai support system tetapi tidak dapat menjadi support system, membullying anaknya sendiri dengan membandingkan anaknya, menghina anaknya sendiri dengan kata - kata kasar, dan tidak dapat menjadi motivasi anaknya menjadi yang lebih baik.
Bullying sendiri adalah perilaku agresif yang merasa mempunyai kekuasaan akhirnya mudah menghina yang lemah secara sengaja mau fisik dan non fisik (wearer, Espelage, & Napolitano, 2009).
Dampak anak yang sering di bullying adalah Mengalami masalah mental. Bullying pada anak bisa memicu perasaan rendah diri, depresi, cemas, serta kesulitan tidur dengan nyenyak. Kondisi ini juga menyebabkan memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
Memicu masalah kesehatan, sebab dampak bullying bisa membuat anak berisiko merusak atau menyakiti diri sendiri, misalnya dengan mengonsumsi makanan tidak sehat atau hal lain yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Merasa takut dan malas untuk berangkat ke sekolah.
Anak yang mengalami bullying juga lebih mungkin berbohong untuk menutupi perilaku yang diterimanya. Mengalami penurunan prestasi akademik. Hal ini bisa terjadi akibat tidak memiliki keinginan lagi untuk belajar atau merasa kesulitan untuk fokus dalam menerima pelajaran.
Berpikiran untuk membalas dendam. Ini adalah dampak bullying yang paling berbahaya. Sebab, anak mungkin berpikiran untuk melakukan kekerasan pada orang lain sebagai upaya balas dendam atas perundungan yang dialami (Handayani,2021).
Anak sering terjadi mendapat perilaku bullying di lingkungannya, disekolah maupun keluarganya, sebagai orang tua kadang lupa akan ucapan perkataan "hinaan fisik maupun kegagalan anak" apa yang akan terjadi jika anak mendapat perilaku bullying.anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang pendendam , bermental kuat atau sebaliknya harga diri Rendah atau tidak percaya diri dengan dirinya sendiri yang akan mengakibatkan anak tersebut menjadi sering menyendiri yang berdampak gangguan Isolasi sosial.
Harga diri evaluasi diri/perasaan negatif terhadap dirinya sendiri atau kemampuan diri jika terjadi selama tiga bulan lebih disebut Harga diri kronik (Nanda,2018). Harga diri rendah sendiri meliputi perasaan yang lemah seperti, tidak berdaya, putus asa, ketakutan, tidak berharga (Stuart,2016).
Anak pernah merasa di bullying dengan temannya, teman sekolahnya, orang tuanya. Orang tua juga kadang menceritakan kejelekan anaknya di ceritakan kepada orang lain misalnya nilainya yang buruk atau prestasinya tidak sebaik dengan anak lain.
mendengarnya saja mungkin sangat menyakitkan apa lagi jika anak tersebut telah mengerti dan paham. walaupun hanya bercandaan jika fisik dan pribadi dibicarakan ke semua orang. Bukan hanya resiko bunuh diri tetapi juga resiko anak tewas akibat perilaku bullying.
Seperti yang terjadi viral berita anak 3 SD bunuh diri di Jambi akibat bullying pada tanggal 31 Maret 2022. Anak tersebut di bullying sejak 2 SD dan orang tuanya hanya beranggapan 'sabar' padahal anaknya telah mendapatkan perilaku tidak mengenakan seperti dijedotin ke dinding akibatnya anak mendapat perdarahan di kepala yang membuat anak pusing dan menangis, orang tua pelaku hanya meminta maaf atas perbuatan anaknya (Augustine,2022).
Bullying dapat ditemukan juga di akses media sosial, anak juga dapat mengakses dengan cepat dan dapat berkomentar di sosial media,
banyak sekali hinaan dan makian terhadap seseorang yang sedang memposting ataupun sedang melakukan kreativitas dengan ejekan dan makian dan sudah banyak juga artis yang bunuh diri akibat caci maki jari jempol terhadap mereka. contohnya artis korea yang menjadi korban bullying depresi berat karena tekanan media sosial karena penampilan, kekasihnya dan fisiknya.
contohnya pada tanggal 17 November 2021 berita yang viral seperti di Isabela, USA bayangkan umur 10 tahun sudah bunuh diri akibat di bullying di sekolahnya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) potensi anak bunuh diri yaitu pengalaman masa kecil yang berpotensi traumatis , seperti pelecehan fisik, seksual, dan emosional dan penelantaran anak (Rahmawati, 2021).
Korban Bullying bukan hanya membuat anak kebanyakan menjadi pribadi yang tidak percaya diri bahkan dapat berdampak menjadi Resiko bunuh diri adalah tindakan yang menyakiti diri sendiri dan cedera yang mengancam jiwa (NANDA,2018). tindakan mengakhiri hidupnya berupa isyarat,ancaman, dan percobaan bunuh diri (Stuart,2016).
penyebabnya salah satunya stress yang berlebihan, gangguan konsep diri, kehilangan dukungan sosial, kejadian negatif dalam hidup contohnya di phk, putus kerja, kegagalan karier ataupun percintaan, penyakit kronis seperti kanker yang butuh penanganan khusus, perpisahan atau perceraian, kesulitan ekonomi, korban kekerasan atau pemerkosaan, riwayat bunuh diri individu maupun keluarga. (Stuart,2016).
Jika mendengar dari seseorang mengungkapkan "Resiko Bunuh Diri" seperti ciri - ciri tanda dan gejala mayor adalah seseorang mengungkapkan “segala sesuatu lebih baik tidak ada tanpa saya”, “ingin bunuh diri dan mati saja” "saya tidak berguna untuk mama papa" "lebih baik saya mati dari pada buat mama kecewa"
dengan perilaku murung, tidak ada semangat, banyak diam, menyiapkan alat untuk bunuh diri, membenturkan kepala, memukul dirinya sendiri, mencederai diri seperti memotong nadi, menggantung diri, minum racun atau pun lompat dari ketinggian adapun gejala minor
yaitu mengungkapkan keputusasaan, perasaan bersalah, sedih, marah, dan tidak berdaya, mengungkapkan hal negatif terhadap dirinya dan perilaku meliputi kontak mata kurang, tidur kurang, mondar mandir, banyak melamun, terlihat sedih dan menangis terus menerus (Keliat,2019).
ketika seseorang tidak mempunyai support system artinya tidak mendapat dukungan untuk tidak menyerah, ditambah keluarga kalian bilang “ berdoa, kurang iman, ada jinnya” "kayak gitu aj nangis" si a bisa masa kamu enggak" "kayak gitu aj bunuh diri"
itu bukan support system tapi pembullyan dan membuat seseorang cepat mengakhiri hidup apa sih yang harus kita lakukan ketika seseorang ingin bunuh diri bukan dengan cara bullying sudah di bullying di bullying kembali.
ditambah atas perbuatan pelaku membullying ditambah kembali orang yang sedang teriak dan depresi akibat di bullying. seharusnya didengarkan di bantu untuk memotivasi bangun percaya dirinya karena mengalami HDR. orang yang ingin melakukan tindakan bunuh diri bukan untuk dihina seperti itu tapi didengarkan. kadang orang tua itu tidak ingin disalahkan, dinasehati tapi selalu egoisme.
Tindakan seseorang yang ingin melakukan bunuh diri dengan cara yang baik yaitu :
1. mengamankan lingkungannya dari resiko bunuh diri, cerita permasalahannya, didengarkan jangan menasehati, bangun tujuan masa depan dan harapannya, diskusi tujuan kehidupan, diskusikan membangun harapan terkait diri sendiri, orang yang berarti dalam kehidupan, diskusikan cara dan tekad untuk mencapai harapan dan masa depan, latih cara mencapai harapan dan masa depan.
2. melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri seperti : diskusikan dan buat daftar aspek positif diri dan lakukan afirmasi positif, diskusikan dan buat daftar aspek positif dari orang yang berarti dalam hidup dan lakukan afirmasi positif, diskusikan dan buat daftar dari lingkungan dan lakukan afirmasi positif, latih semua aspek positif yang dimiliki: dari diri sendiri, orang yang berarti dan latih mengevaluasi perasaan dan pikiran atas keberhasilan latihan, jangan lupa untuk memberikan motivasi untuk membangun harapan dan mengendalikan dorongan bunuh diri.(Keliat,2019).
Tingkat Observasi Resiko Bunuh Diri (Appleby, et al,2015)
Mungkin sebagai keluarga tidak ingin dan membantu dengan baik tapi sebagai sahabat kita juga perlu membantu korban bullying, sebagai seseorang yang caring dan punya bentuk kepedulian terhadap sesama apalagi seseorang tersebut butuh bantuan,
mereka cuma butuh didengarkan, diberi semangat dan motivasi hidup, semua orang punya kondisi mental yang berbeda-beda jangan sampai kita yang memiliki pendidikan tinggi tidak dapat berinteraksi dan tidak punya rasa kepedulian tinggi.
untuk korban bullying karena orang tua maupun lingkungan tetap semangat ya karena kamu tidak sendiri ketika kalian sudah besar nanti jangan tiru perilaku orang tua mu yang senang sekali menghina dan kasar ke anaknya bisa jadi mereka juga pernah dibullying atau suka membullying. dalam hal ini sebagai orang tua atau pun guru bukan mendukung perilaku bullying sering terjadi sebaliknya.
semangat !!!
Daftar Pustaka
Augustine, Intan (2022) VIRAL di Facebook, Seorang Bocah Perempuan Kelas 3 SD di Jambi Meninggal Dunia Akibat Bullying. Jambi. Kilas Cimahi. April 22, 2022. https://cimahi.pikiran-rakyat.com/intermezo/pr-514123900/viral-di-facebook-seorang-bocah-perempuan-kelas-3-sd-di-jambi-meninggal-dunia-akibat-bullying?page=3
Keliat, B., Akemat, Helena, N., & Nurhaeni, H. (2019). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas: CMHN (Basic Course). Jakarta: EGC.
Mutia, Cindy. (2021). Tren Bunuh Diri di Indonesia Menurun Selama 20 Tahun Terakhir. Indonesia : Databoks. April 22,2022. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/11/tren-bunuh-diri-di-indonesia-menurun-selama-20-tahun-terakhir
Medical News Today. Diakses pada 2021. Bullying affects children's long-term health, study shows.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Warning signs of bullying.
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Bullying: how to stop it.
Rahmawati, Yasinta (2021) Bocah 10 Tahun Bunuh Diri akibat Menjadi Korban Bully. Jakarta. Suara.com Begini Kata Ahli. April 22, 2021. https://www.suara.com/health/2021/11/17/150725/bocah-10-tahun-bunuh-diri-akibat-menjadi-korban-bully-begini-kata-ahli
Stuart, G W. (2013). Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 10th Edition. Missouri: Elsevier, Inc
WebMD. Diakses pada 2021. Bullying - Topic Overview.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI