Mohon tunggu...
Rohimawati NurRosyidah
Rohimawati NurRosyidah Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Mahasiswa IAIN JEMBER

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Aliran-aliran dalam Filsafat Pendidikan

1 Juni 2020   02:18 Diperbarui: 1 Juni 2020   02:38 238
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

A. Macam-macam aliran filsafat pendidikan

1. Aliran Progresivisme

Aliran ini berpendapat bahwa aliran yang benar pada masa ini belum tentu benar pada masa yang mendatang. Pendidikan harus berpusat pada anak, bukan pada guru atau bidang muatannya. Tujuan pendidikan adalah pendidikan harus memberikan keterampilan dan alat-alat yang bermanfaat untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berbedaa dengan proses perubahan secara terus-menerus. Sifat-sifat aliran progresivisme itu ada dua, yang pertama yaitu negatif, dalam artian bahwa progresivisme itu menolak ottoritarisme dan absolutisme dalam segala bentuk seperti yang terdapat dalam agama, politik, etika, epistimologi. Yang kedua yaitu positif, dalam artian bahwa progresivisme menaruh kepercayaan terhadap kekuatan alamiah dan manusia. Kekuatan- kekuatan manusia yang diwarisi dari alam sejak lahir.

2. Aliran Esensialisme

Merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai kebudayaan, yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme ini memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai. Tujuan umum aliran ini adalah membentuk pribadi bahagia didunia dan hakikat isi pendidikannya mncakup ilmu, pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia itu sendiri.

3. Aliran Perenialisme

Diambil dari kata perenial yang berarti kekal dan abadi. Aliran penerialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang teguh pada nilai dan norma yang bersifat kekal abadi. Perenialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersifat tegas dan lurus. Perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah tujuan yang jelas merupakan tujuan yang utama.

4. Aliran Rekonstruksionisme

Kata ini berasal dari bahasa inggris yaitu “reconstruct” yang berarti menyusun kembali dalam kontek filsafat pendidikan. Rekonstruksionisme merupakan satu aliran yang berusaha merombak atas susunan hidup, kebudayaan yang bercorak modern. Aliran ini berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia adalah tugas semua umat manusia.

5. Aliran Eksistensialisme

Diartikan sebagaia suatu intraksi dari sebagian besar reaksi terhadap peradaban manusia yang hampir punah akibat perang dunia. Eksistensialisme pada hakikatnya bertujuan mengembalikan keberadaan umat manusia sesuai dengan keadaan hidup asasi yang dimiliki serta dihadapinya. Eksistensialisme adalah suatu penolakan terhadap suatu pemikiran abstrak tidak logis atau tidak ilmiah. Aliran ini menolak kemutlakan rasional.

6. Aliran Idealisme

Adalah suatu aliran filsafat pendidikan yang berpaham bahwa pengetahuan dan kebenaran tertinggi ialah ide. Semua bentuk realita adalah manifestasi dalam ide. Tokoh aliran ini ialah Plato. Aliran idealisme merupakan suatu aliran yang mengagungkan jiwa. Menurutnya cita adalah gambaran asli yang bersifat rohani. Pertemuan antara jiwa dan cita melahirkan suatu angan-angan yaitu dunia ide. Idea sendiri selalu tetap tanpa adanya perubahan, yang mengalami gerak tidak di kategorikan idea.

B. Pelopor filsafat pendidikan
1. Plato
Plato merupakan filosofi yunani yang aktif mengembangkan filsafat mendirikan sekolah khusus yang disebut dengan akademia. Plato berpandangan bahwa konsep ide merupakan pandangan adanya dunia lain dibalik alam kenyataan sebagai hakikat atas segala sesuatu yang ada. Artinya sesuatu yang kita amati dalam kehidupan sehari-hari itu termasuk dalam ide tersebut, baik itu dalam hal kebaikan atau keburukan.
2. Aristoteles
Merupakan bapak ilmu beranggapan bahwa ilmu pendidikan dibangun melalui pusat pendidikan. Aristoteles berpandangan bahwa ilmuan hendaknya menarik kesimpulan secara induksi dan deduksi.
3. John Amos Comanius
Filusuf pertama yang memperhatikan konsidensi terhadap pemikiran filsafat pendidikan. Ia berpandangan bahwa manusia itu diciptakan oleh Tuhan untuk Tuhan. Manusia diciptakan dan ditebarkan diatas semua makhluk karena kemampuannya dalam berpikir. Percikan pemikiran ini berpengaruh pada teori-teori pendidikannya, salah satunya adalah peserta didik harus dipersiapkan kepada dan untuk Tuhan.

C. Pemikiran filsafat pendidikan menurut Imam Al-Ghozaali dan Ki Hajar Dewantoro
1. Imam Al-Ghozali
Ialah tokoh muslim yang memiliki pemikiran yang luas dalam bidang tasawuf, filsafat dan ilmu pendidikan tentunya. Tujuan pendidikan cenderung ke sisi kerohanian, dikarenakan Imam Al-Ghozali yang bercorak tasawuf. Poin pandangan pendidikan menurut Imam Al-Ghozali yang pertama ialah kegiatan menuntut ilmu tiada lain berorientasi pada pencapaian ridho Allah. Yang kedua ialah etika peserta didik yang baik. Yang ketiga ialah peneguhan tujuan agama dalam kegiatan menurut ilmu.
Kriteria guru menurut Imam Al-Ghozali, yang pertama guru harus mencintai muridnya seperti ia mencintai anak sendiri. Yang kedua, guru sebagai perilaku yang baik. Yang ketiga, guru tidak menggunakan kekerasan saat mengajar. Yang keempat, guru sebagai teladan dan panutan yang baik dihadapan muridnya. Yang kelima, guru harus mau mengamalkan ilmunya.
Kriteria murid menurut Imam Al-Ghozali, yang pertama mengurangi keterikatan masalah yang menggangu lancarnya penguasaan ilmu. Yang kedua, bersikap rendah hati (tawadlu).
2. Ki Hajar Dewantara
Beliau adalah Bapak pendidikan di Indonesia. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan ialah segala usaha dari orang tua untuk menyokong hidup anak. Dalam arti memperbaiki pertumbuhan segala kekuatan rohani dan jasmaninya.
Sistem pendidikan yang dianut Ki Hajar Dewantara ialah sistem among (mengasuh anak). Guru adalah pamong (wajib mengajar, memberikan ilmu dan memdidik anak). Tujuan pendidikan sendiri menurut Ki Hajar Dewantara adalah untuk menyempurnakan hidup lahir batin baik uuntuk individu maupun anggota masyarakat.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun