Mohon tunggu...
Nurkholis Ghufron
Nurkholis Ghufron Mohon Tunggu... wiraswasta -

Alumni MI Darussalam Padar, Mts Darussalam Ngoro, Darussalam Gontor 94, berwirausaha, Suka IT...To declare does'nt mean to be Proud of. It rather than to be thankful to teachers and carefully behaviour...

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Ketika Anjing Memasuki Rumah Nabi

25 Agustus 2012   23:43 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:19 4539
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Suatu saat Nabi menunggu kedatang malaikat Jibril karna sudah "janjian" terlebih dahulu . Jibril selalu "on Time" dalam memenuhi janjinya namun kali ini ternyata "molor" dari waktu yang telah disepakati. Sampai sampai Nabi bergumam " Allah tidak mungkin mengingkari janjinya..Tetapi kenapa Jibril terlambat?" tanya Nabi bergumam yang pada saat itu bersama Aisyah Ra .

Sambil mencari penyebab keterlambatan Jibril , Nabi memperhatikan isi rumah beliau yang ternyata ada anjing kecil memasuki rumah Nabi tanpa diketahui dan berlindung di bawah dipan beliau. Maklum rumah Nabi bukanlah rumah mewah nan megah kalau pintu sudah ditutup bahkan nyamukpun sulit masuk .

"Kapan anjing ini memasuki rumah kita?"Tanya nabi kepda Aisyah.

" Entahlah." Jawab istri beliau singkat,

Maka anjing itu dikeluarkan. Tidak ada keterangan detil bagaimana cara mengeluarkan anjing tersebut yang pasti setelah anjing itu dikeluarlan dari dalam rumah Nabi , malaikat Jibril baru memasukinya.

"Kenapa Engkat terlambat wahai Jibril?" Tanya Nabi kepda Malaikat Jibril.

"Karena tadi ada anjing di rumahmu .Sebagaimana Engkau telah ketahui bahwa kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar (patung)" Jawab Jibril.

Di lain waktu Nabi bercerita bahwa ada seorang perempuan zaman sebelum Nabi, perempuan mana melacurkan diri alias PSK pada zaman sekarang. Suatu saat wanita tadi menempuh suatu perjalanan di sepanjang padang pasir di musim panas. Ternyata di luar dugaannya , air tidak ditemukan sepanjang jalan setelah memperhatikan dengan seksama dia terpaku pada sumur yang bisasa menjadi tempat pemberhentian kafilah.Dia pun bergegas dan mendekatinya dengan terhuyung-huyung menandakan bahwa tenaganya sudah mendekati titik nol meski ia masih tidak terlalu tua. Karna mana ada Psk yang laku ketika telah uzur umurnya. Ternyata hanya ada kira-kira setimba air yang tersisa di dasar sumur itu. Turunlah wanita itu dan dipakailah sepatu bootnya untuk mengambil air itu ketika sampai di dasar sumur  berkatalah dalam hati. " Lebih baik aku minum di atas agar lebih sopan kalau kalau ada kafilah yang datang."

Ketika wanita itu hendak meminum air tiba-tiba dilihatnya ada anjing yang menjulurkan lidahnya dalam keadaan sekarat menanti di bibir sumur yang tiba-tiba datang. Padahal tadi ketika sang wanita menuruni sumur itu dia tidak melihatnya. Berkecamuklah dalam batinnya antara meminum air itu atau memberikannya kepada anjing yang sekarat itu.

" Ini kesempatanmu untuk hidup..biarkanlah anjing itu mengurus takdirnya dengan Tuhannya!!"bisik suara kegelapan.

"Kamu telah bermaksiat kepada Tuhanmu yang mana dosamu sudah melebihi dunia seisinya.kenapa dengan kebaikan seteguk air saja yang bisa menyelamatkan makluq Tuhan kamu keberatan."Bisik suara kebaikan.

" Baiklah aku akan berikan seteguk kepada anjing ini telebih dahulu, saya akan menunggu sisanya. " Ternyata rayuan kebaikan tadi diterimanya dengan lapang dada. Dia pun menyuguhkan sepatu boot yang berisi sedikit air tadi kepada anjing yang sedang sekarat yang difikirnya yang penting bisa beri "seteguk"..ya seteguk air..setelah berada di depan anjing itu ,anjing yang sekarat ternyata bangun dengan semangat dan menghabiskan seluruh air bahkan sedikit sisa yang ada di pojok sepatu itu dengan mudah digapai dengan lidahnya yang panjang.."sleeet!".nyaris tak berbekas! ..dalam 'tempoe jang sesingkat-singkatjna' anjing itu 'mendadak berlarian' dan meninggalkan wanita itu sendirian di bibir sumur di oase padang pasir yang membentang luas di bawah sinar matahari yang galak tanpa satu helai awanpun mencoba melindunginya. Ibarat beterai ponsel yang sudah memberikan warning " Baterei lemah matikan ponsel sekarang juga!!."

Sang wanita itu terkapar di bawah sengatan matahari ..dia menghembuskan nafas terakhir setelah anjing itu hidup berkah dari menghabiskan air yang diambil dari sepatunya. Dia mendahulukan seekor anjing dari pada dirinya sendiri. Dia sudah tahu bahwa dengan habisnya air itu maka habis pulalah kesempatannya untuk hidup..

"Allah berterimakasih pada wanita itu karna kebaikannya kepada anjing itu.." Nabi menutup cerita itu.

Kompasioners yang budiman..Nabi bukanlah membenci anjing yang nota bene sesama makhluq Allah, ketika nabi di Madinah nabi memang pernah memerintahkan pembunuhan anjing namun sebatas anjing gila dalam bahasa Nabi "a'war" atau matanya yang juling.Mungkin saja tanda-tanda fisik dari anjing gila itu yang mudah dikenali pada masa dahulu adalah dari  matanya . Dalam bahasa modern anjing yang terinveksi virus rabies dan sejenisnya karna pada waktu itu tidak ada obatnya maka jalan satu -satunya adalah dengan  memusnahkan anjing yang terinveksi untuk menyelamatkan manusia yang lebih banyak. Nabi hanyalah menjalankan "Protokoler" dari Sang Pemilik jagad raya.

Narasi oleh

Nurkholis Ghufron

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun