Mohon tunggu...
Nurfadhilahtul azizah
Nurfadhilahtul azizah Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Hobi saya membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Banjir

19 November 2023   23:16 Diperbarui: 19 November 2023   23:23 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Terdengar rintik menari riang

Disertai gemuruh yang berdentang 

Begitu Deras hujan yang datang

Kemana cahaya itu menghilang

Matahari yang bersinar terang

Tergantikan awan gelap menakutkan

Dengan dingin angin yang menusuk tulang

Kini tergenang air di jalanan

Kini genangan kian mendalam

Seolah ingin berbicara dengan mata kaki

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun