Bagian 4: Amelia dan Pesonanya
_Ema merencanakan semuanya dengan matang. Ia kini siap menjalani dua perannya bersamaan sebagai Ema dan juga Amelia. Ia akan menghentikan kekejaman Sofie dan bibinya. Menghentikan Bulian teman-temannya kepadanya. Lulus dengan nilai terbaik serta mengambil kembali semua peninggalan orang tuanya yang diambil alih oleh bibi dan sepupunya itu._
***
Amelia berdiri di koridor kampus, matanya memindai sekitar. Dengan wajah cantiknya yang berkilauan seperti lukisan, ia tampak memancarkan aura yang membuat semua orang berhenti untuk melihat. Namun, di balik senyumnya yang memikat, ia sedang merencanakan langkah berikutnya.
Sasaran pertamanya adalah Pak Brian, dosen muda karismatik dan memiliki pengaruh besar di fakultas. Dengan membangun hubungan baik dengannya, Amelia tahu ia bisa memuluskan jalannya untuk mengatasi Sofie dan gengnya dan mempermudah proses Ema dalam penyelesaian study nya.
***
Amelia dengan hati-hati menjatuhkan tumpukan buku di lorong dekat ruang dosen, seolah-olah tak sengaja. Saat itu, Pak Brian kebetulan melintas.
"Astaga, kamu baik-baik saja?" tanya Pak Brian sambil berjongkok untuk membantunya mengumpulkan buku.
Amelia tersenyum manis, meski suaranya terdengar gugup. "Ya, terima kasih. Maaf merepotkan, Pak."
Pak Brian memandangnya, terpesona oleh kecantikan alami Amelia. "Kamu mahasiswa baru? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya."
Amelia mengangguk pelan. "Nama saya Amelia, Pak. Saya baru pindah ke sini karena suatu alasan. Saya sangat mengagumi program akademik di kampus ini."