Ketersediaan: Thorium lebih melimpah di alam dibandingkan uranium, sehingga bisa menjadi sumber energi yang lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.
Keamanan: Reaktor yang menggunakan thorium cenderung lebih aman. Mereka memiliki sifat pasif yang dapat mencegah kecelakaan besar, seperti yang terjadi di reaktor uranium.
Potensi Fisi yang Tinggi: Thorium-232 dapat dikonversi menjadi uranium-233 dalam reaktor, yang memiliki kemampuan fisi yang tinggi dan efisiensi energi yang baik.
Pengurangan Limbah Radioaktif: Limbah yang dihasilkan dari reaktor thorium memiliki waktu paruh yang lebih pendek dibandingkan dengan limbah dari reaktor uranium, yang berarti lebih sedikit waktu untuk pengelolaan dan penyimpanan.
Penggunaan dalam Aplikasi Lain: Selain energi nuklir, thorium juga digunakan dalam industri kembang api, pembuatan lampu, dan dalam beberapa aplikasi kimia.
Potensi untuk Energi Terbarukan: Kombinasi thorium dengan teknologi energi terbarukan dapat menghasilkan sistem energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dengan manfaat-manfaat ini, thorium dianggap sebagai kandidat yang menjanjikan untuk masa depan energi bersih dan berkelanjutan.
Historis PLTN ThoriumÂ
Rencana untuk pembangunan reaktor nuklir berbahan bakar thorium telah rampung, yang berarti reaktor pertama di dunia akan dibangun pada tahun 2016. Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada saat ini yang menggunakan uranium, pabrik thorium tidak akan memanfaatkan bahan yang dapat digunakan untuk senjata, sehingga mengurangi risiko terjadinya pelelehan. Selain itu, thorium lebih melimpah dibandingkan uranium, membuatnya lebih murah dan mudah untuk disuplai.
Penggunaan bahan yang lebih aman ini memungkinkan pasokan dengan biaya yang lebih rendah dan kebutuhan keamanan yang jauh lebih sedikit. Aspek keamanan saat ini menjadi bagian termahal dari pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir. Sebaliknya, reaktor thorium tidak memerlukan bangunan penahanan khusus dan bisa dibangun di dalam gedung biasa.
Reaktor thorium yang diusulkan dirancang untuk dapat beroperasi secara mandiri tanpa intervensi terus-menerus. Reaktor ini hanya perlu diperiksa oleh satu orang setiap empat bulan.