

Keberadaan manuskrip menunjukkan bahwa budaya literasi telah berkembang sejak zaman dulu. Keberaksaraan menjadi sarana estafet nilai peradaban bangsa. Aneka nilai yang diguratkan dalam manuskrip. Penanaman nilai etika, pengelolaan alam yang selaras. Nilai yang menjadi dasar perkembangan nilai kini. Nilai yang sungguh berharga dan perlu diselamatkan.
Kalau sebelumnya pembahasan manuskrip berada di ranah akademisi, penelitian dan seminar, acara yang digelar oleh Kompasiana-Kemenag ini menjadi langkah awal pembahasan manuskrip di ranah publik. Menebar benih ketertarikan, perhatian kepada manuskrip. Mendukung pelestarian manuskrip yang tersebar di aneka sumber melalui gerakan digitalisasi manuskrip. Langkah penyelamatan manuskrip.
Sahabat pembaca tertarik menjadi filolog? Ahli filologi yang menguasai ilmu yang mempelajari bahasa dalam sumber-sumber sejarah. Mempelajari naskah-naskah manuskrip. Keahlian yang langka layaknya manuskrip naskah kuna.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI