Miskomunikasi atau salah kaprah juga kerap terjadi. Lantaran lama membalas pesan, kita dianggap tidak cekatan atau minim perhatian. Padahal, bisa jadi kita sedang tidur pulas atau tengah beribadah atau melakukan hal yang lebih penting lainnya.
Situasi itu membawa kita pada pertanyaan pamungkas. Apakah era ponsel pintar menurunkan kualitas keseruan kita beraktivitas saat bulan Ramadan?
Lagi-lagi, jawabannya tidak ada yang absolut. Bisa, ya, bisa juga tidak. Subjektif saya mengatakan iya. Objektif saya mengatakan belum tentu.
Karena sekali lagi, milenial adalah generasi yang mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pengalaman tadi membawa kami tumbuh menjadi pribadi dewasa yang mengerti urgensi ponsel pintar, tetapi tidak mengerdilkan nilai-nilai kebaikan yang hanya muncul saat tatap muka.
Tapi kalau bisa berandai-andai, rasanya saya akan memilih kembali ke masa lalu. Ketika semua respons kita terhadap semua hal dilandasi dari apa yang kita lihat, rasakan, dan alami secara langsung. Bukan dari apa yang terpampang di balik layar.
Apalagi ini bulan Ramadan. Bulan yang katanya penuh ampunan. Pantaskah kita marah-marah kepada orang hanya gara-gara lama membalas pesan?
Kalau Anda bagaimana? Tulis di kolom komentar, ya! [Adhi]
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H