Mohon tunggu...
Nisa Nursiyah
Nisa Nursiyah Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi Ilmu Komunikasi

Seseorang yang mempunyai minat di bidang media, menulis, seni, pemeranan, dan travelling. Juga memiliki pekerjaan impian sebagai tim kreatif di salah satu stasiun TV.

Selanjutnya

Tutup

Film

Paradigma Film Lawas vs Film Modern

11 September 2022   19:55 Diperbarui: 11 September 2022   19:57 434
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://www.pinterest.com/pin/824158800545549878/

Dalam film Catatan Si Boy (1987) fenomenologi yang diangkat adalah dari suasana yang relevan dengan tahun 80an, dan juga alur cerita yang mudah dipahami dan penonton banyak yang merasa relate dengan hal tersebut. 

Cerita-cerita sederhana di kehidupan, seperti dunia perkuliahan, kehidupan orang kaya, Boy yang ditentang oleh ayah Nuke untuk berpacaran, percintaan di kampus, perkelahian, dan lainnya.

Sedangkan dalam film Trinity, The Nekad Traveller (2017) fenomenologi yang terlihat yaitu bagaimana kehidupan dirinya sebagai pegawai kantoran yang memiliki banyak target namun di satu sisi juga dirinya ingin melakukan hobi traveling nya, lalu ada scene saat Trinity ini dilarang memakan-makanan yang kurang sehat oleh mantan pacarnya karena dirinya merupakan salah satu mahasiswa jurusan Gizi, adanya pertengkaran diantara pertemanan Trinity saat melakukan perjalanan ke luar negeri, dan masih banyak lagi.

Hal-hal diatas dikatakan menjadi sebuah Fenomenologi karena memiliki ke-relate an terhadap kehidupan sehari-sehari khalayak.

Genre

Awal mula munculnya genre yaitu dari teater atau sastra yang berbentuk narasi cerita. Sebelum perkembangan teknologi awalnya genre hanya memiliki tiga yaitu, horor, drama dan Laga. Namun berjalannya waktu ketiga genre tersebut berkembang dan menjadi subgenre (Astuti, 2022, h. 23).

Film Catatan Si Boy (1987) dan Trinity, The Nekad Traveller (2017) memiliki kesamaan dalam genre yaitu memiliki genre drama.

Hal ini dilihat dari penokohan dan alur cerita kedua film yang sangat realistis dengan kehidupan sehari-hari. Ada adegan-adegan yang bahkan membuat kita menangis, sedih, tertawa, bahkan kesal.

Yang pastinya dapat mendobrak dan mengobrak-abrik perasaan sang penonton.

Jadi, genre film favoritmu apa? Ayo komen di bawah ya!!

Daftar Pustaka:

Anisti. (2017, Maret). KOMUNIKASI MEDIA FILM WONDERFUL LIFE (Pengalaman Sineas Tentang Menentukan Tema Film). Jurnal Komunikasi, VIII, 35. doi: https://doi.org/10.31294/jkom.v8i1.2261

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun