Penulis: Nisa Asfia
Dosen Pengampu: Dr. Rosalina Kumalawati
Prodi: Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat.
Penginderaan jauh telah menjadi alat yang esensial dalam memahami karakteristik geografis dan dinamika wilayah perkotaan, termasuk Kota Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.Â
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, citra satelit mampu memberikan gambaran yang rinci dan komprehensif tentang berbagai obyek dan fenomena yang ada di permukaan bumi.Â
Artikel ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis karakteristik geografis Samarinda menggunakan data dari beberapa jenis citra satelit dengan pendekatan interpretasi visual. Analisis ini mencakup sembilan unsur interpretasi, yaitu rona, warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, bayangan, situs, dan asosiasi.
Samarinda, yang terletak di tepian Sungai Mahakam, merupakan kota dengan perkembangan yang cepat, terutama dalam hal infrastruktur dan permukiman.
 Perkembangan tersebut dapat terlihat jelas melalui citra satelit, yang menampilkan gambaran wilayah dengan beragam jenis obyek, mulai dari permukiman, jalan, kawasan industri, hingga area vegetasi dan badan air.Â
Data citra yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa jenis, termasuk citra Sentinel-2, Landsat 8, dan QuickBird. Setiap jenis citra memiliki kelebihan dan kelemahan dalam hal resolusi spasial, spektral, dan temporal, yang akan dibahas lebih lanjut dalam analisis ini.
Salah satu jenis citra yang dianalisis adalah citra QuickBird, yang terkenal dengan resolusi spasialnya yang tinggi, yaitu mencapai 0,6 meter. Citra ini memungkinkan identifikasi obyek dengan detail yang lebih baik, seperti jalan-jalan kecil, bangunan individu, dan pola permukiman yang lebih rinci.Â