Mohon tunggu...
Ninoy N Karundeng
Ninoy N Karundeng Mohon Tunggu... Operator - Seorang penulis yang menulis untuk kehidupan manusia yang lebih baik.

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya Induk Kata-kata". Membantu memahami kehidupan dengan sederhana untuk kebahagian manusia ...

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tulislah Puisi, Karena Tiap Orang Terlahir sebagai Penyair

22 Februari 2016   20:35 Diperbarui: 22 Februari 2016   20:53 405
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption caption="Maulana Jaluddin Rumi I Sumber www.famouspeople.com"][/caption] 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

karena tiap orang bisa berpikir

dan setiap kata bisa ditata secara bergilir

dan kata dan kalimat mandiri mengalir

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

karena setiap orang ingin disebut penyair

sama halnya setiap orang pasti jadi mahir

seperti pemilik sepatu mahir menyemir

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

dan kata dan kalimat dianggap hanya ikuti takdir

karena kata bisa diatur dan dipelintir

sebab kata tak bisa berpikir

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

karena tiap kalimat dan kata bisa di tengah dan pinggir

bahkan kata dan kalimat jadi tersingkir

kehilangan makna dan fakir

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

karena setiap puisi tiap saat bisa lahir

dari kalimat indah waras bahkan sampai yang kenthir

dan tetaplah menulis puisi asal hadir

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

meski kodok pun ikut tertawa nyengir

membaca puisi yang sungguh tak terpikir

yang penting kau tulis puisi dan jadi penyair

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

dengan begitu kau sebagai induk kata-kata telah lahir

kaulah yang menguasai kata, karena kata tak bisa berpikir

habiskanlah waktumu untuk puisi tiap saat hadir

 

Tulislah puisi, sebab tiap orang adalah penyair

dengan begitu kau terhindar dari kata culas dan kikir

karena representasi kata kasta tertinggi di tangan penyair

dan kaulah setiap penulis adalah penyair sejak lahir

 

Salam bahagia ala saya penyair.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun