Kesebelas, kaum atheist membawa kemenangan secara psikologis dengan melawan pertanyaan penting yang tak mampu mereka jawab sendiri: dari mana awal alam semesta? Kaum atheist selalu tak mampu menjawab pertanyaan ini dan selalu akan menghindari pertanyaan ini. Penjelasan berdasarkan ilmu pengetahuan dan sains yang akan mereka paparkan. Sementara Anda sebagai pemercaya tuhan – dan kadang sekalian agama – tak akan merasakan kegelisahan teramat sangat seperti kaum atheist.
Jadi, jika Anda memahami agama dan tuhan secara benar dan keyakinan agama dan tuhan bukan KW atau KTP, maka Anda akan merasa nyaman, senyaman kaum atheist Ori, bukan kaum atheist KW.
Demikian 11 bekal bagi Anda kaum theist untuk berdebat dengan kaum atheist di mana pun Anda berada. Pengalaman saya, sebagai seorang filsuf, saya belum pernah kalah berdiskusi dengan kaum atheist, dengan cara memahami mereka. Di samping berdiskusi bukan mencari menang dan kalah. Dan yang lebih penting, kaum atheist tidak pernah bisa membuktikan kalau tuhan 100% tidak ada. Nah, lho. Dan, acap kali kaum theist juga selalu gagal jika dimintai bukti 100% tuhan ada oleh kaum theist secara logika - bukan karena ayat-ayat kitab suci. 1-1.
Salam bahagia ala saya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H