Mohon tunggu...
Ninda Ratri Pratama Ningrum
Ninda Ratri Pratama Ningrum Mohon Tunggu... Mahasiswa -

Mahasiswa PIAUD

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kenali Faktor Anak yang Pemalu

16 Februari 2018   14:20 Diperbarui: 20 Februari 2018   09:07 930
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Malu memang suatu hal yang wajar, yang tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tapi anak-anak usia dini pun juga mengalamimya. Anak sulit berinteraksi dengan orang lain dan hanya bersembunyi di balik orang tuanya jika setiap di kenalkan bisa jadi itu adalah tanda tanda anak pemalu. Malu bukanlah sebagai faktor dari perkembangan, melainkan malu didapatkan anak dari tumbuh kembang anak sebagai hasil proses belajar di lingkungannya. 

Di usia 3 tahun anak balita akan mulai melakukan interaksi dengan lingkungannya. Namun respon yang di hasilkan seorang anak pasti akan berbeda beda. Ada anak yang mudah akrab dengan lingkungan baru tapi ada juga anak yang menutup dirinya, membutuhkan waktu lama untuk berinteraksi dengan orang lain. Faktor inilah yang menjadikan anak menjadi pemalu. Penting bagi orang tua untuk segera menyadari bila anak merasa pemalu. Jangan menganggap hal ini biasa biasa saja, kenali penyebab nya dan cari solusi agar anak menjadi percaya diri. 

Sikap dan sifat pemalu pada anak dapat dipicu dari beberapa hal yaitu :

 1. Sulit menghadapi situasi baru

 Anak memang belum memiliki banyak pengalaman seperti orang dewasa. Hal ini lah yang memicu anak sulit menerima situasi baru. Ajarkan anak untuk mau berkenalan dengan orang lain secara perlahan-lahan. Misalnya dengan cara mengajarkan anak mengulurkan tanganya kepada orang lain untuk mulai perkenalan. 

Jangan lupa beri mereka pujian jika mereka mampu melakuknya. Dan jika suatu saat mereka merasa malu untuk memulai perkenalan jangan teror anak dengan mengeluarkan kata kata yang justru membuat anak lebih malu seperti "ihh gimana sih kok malu lagi, kok gak pinter lagi, atau yang lainnya. Dan juga jangan sampai menghukum anak atau marah-marah pada anak jika anak masih merasa malu. Karena dengan kemarahan dan hukuman justru akan menganggu psikologi anak. Anak akan semakin tertekan dan lebih merasa malu.

 2. Pengalaman buruk anak

Ketika anak sering mendapat peristiwa yang memiliki penilaian yang membuatnya merasa malu akan berpengaruh pada pola pikir anak yang juga berimbas pada perilakunya. Misalnya jika anak melakukan pentas seni diatas panggung dan mereka mengalami kegagalan sehingga membuatnya mengalami kekalahan saat lomba yang membuat penonton tertuju dan bersorak sorak dia akan menganggap bahwa berdiri ditas panggung adalah hal memalukan, maka dari itu dia tidak akan melakukanya lagi. 

Jadi beri penanaman pada anak bahwa kalau kita berdiri diatas panggung itu bukan hal memalukan, melainkan ini adalah suatu yang istimewa. Jangan tekan anak untuk selalu mendapatkan kemenangan jika mereka melakukan pentas. Tapi katakan pada anak bahwa kalah bukan hal yang memalukan tapi kalah adalah awal dari sebuah keberhasilan. 

3.  Sering diancam 

Sering diancam ternyata juga berdampak pada sikap dan sifat anak yang menjadi pemalu. Sering di takut takuti, dicela dan di kritik dengan ungkapan negatif akan membuat anak menjadi malu. Solusinyaa adalah berhenti untuk menakut nakuti mencela dan mengkritik anak. Gantilah dengan memberi kalimat kalimat motivasi penyemangat dan memberi pujian untuk membangkitkan harga diri anak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun