Nah, ngobrol yang paling nyaman sejauh ini adalah teman dalam komunitas. Kita bisa debat panjang, dan banyak pro kontra soal ini. Saya pun siap dengan senang hati akan meladeni perdebatan, asal kita memang dalam komunitas yang sama.Â
Plus sambil ngopi-ngopi. Untuk hal ini, kita bisa larut menghabiskan waktu berjam-jam, tidak menemukan kesimpulan, namun bisa tertawa bersama dan tetap berteman.Â
***
Menurut akar katanya, komunitas berasal dari bahasa Latin, communitas, yang berarti kesamaan. Ketika tergabung dalam komunitas, kita akan mengusung banyak kesamaan di antara sesama anggota.Â
Perbedaan yang muncul pun hanya akan membuat komunitas kita semakin kuat alias menguatkan kesamaan kita.
Ini yang saya rasakan sejauh ini ketika bergabung dengan berbagai komunitas, termasuk di Kompasiana ini. Kesamaan yang diusung adalah semangat menulis dari setiap member yang tergabung.Â
Meskipun, dalam perkembangannya, Kompasiana sendiri semakin mengerucutkan minat dalam bentuk komunitas yang lebih sempit, ternyata kita semakin saling menguatkan.
Kompasiana sendiri, di awal kemunculannya, mengusung konsep sharing (berbagi) & connecting (terhubung). Menjadi wadah untuk saling memberi dan membangun relasi melalui tulisan.Â
Tua muda, pria wanita, dengan berbagai profesi, jabatan, dan atribut apapun yang melekat, bisa bersama-sama di komunitas ini, merayakan kehidupan (celebrating life) melalui tulisan.
Begitupun dengan komunitas lain yang mungkin kita ikuti, dari berbagai aspek, sekali lagi ingatlah untuk tidak mengambil untung. Bahkan, sebaiknya banyaklah memberi, karena komunitas itu adalah keuntungan itu sendiri.Â