Mohon tunggu...
Ni WayanWijayanti
Ni WayanWijayanti Mohon Tunggu... Jurnalis - Blog Pribadi

Saya merupakan seorang Online Sales and Marketing di sebuah penginapan yang berlokasi di wilayah Ubud-Bali, yang juga menekuni dunia sastra. Saat ini saya aktif sebagai content writer di beberapa perusahaan dan juga ghost writer novel. Sesekali saya mengirimkan cerpen ke berbagai media. Cerpen-cerpen karya saya dapat dibaca di laman Kompas.id, Indonesiana.id, Ceritenet, Cerano, dan lain sebagainya.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Diet Sehat Hindari Berat Badan "Yoyo"

16 Maret 2022   21:07 Diperbarui: 16 Maret 2022   21:07 227
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Berat badan yang susah turun kerap membuat seseorang merasa frustasi dan kembali ke pola kebiasaan makan lama. Sehingga berat tubuh yang awalnya menurun drastis bisa tiba-tiba melonjak bahkan melebihi timbangan sebelumnya. Untuk itu diperlukan diet sehat dengan cara mengubah pola makan lebih baik, dan penurunan berat badan adalah bonusnya.

Langkah-Langkah Diet Sehat

1. Kontrol kalor 

Kunci utama sukses turunkan berat badan adalah menurunkan jumlah asupan kalori yang masuk ke tubuh. Hal ini akan membuat tubuh dalam kondisi kalori defisit atau kekurangan kalori sehingga memaksa sistem menggunakan cadangan energi yang ada. 

Namun mengurangi kalori tidak boleh sembarangan, lakukan perhitungan BMR dan TDEE terlebih dahulu. BMR (Basal Metabolic Rate) adalah jumlah kalori yang diperlukan tubuh untuk dapat menjalankan fungsi-fungsi organnya secara normal. Sederhananya merupakan energi untuk melangsungkan hidup. 

Sedangkan TDEE (Total Daily Energy Ekspenditur) yaitu jumlah keseluruhan kalori yang digunakan untuk aktifitas harian. Jadi diet yang benar adalah makan di atas nilai BMR dan di bawah TDEE. Untuk itu kalkulasikan skala tersebut dan mulai susun menu harian yang sesuai.

2. Jangan ekstrim

Seringkali seseorang menginginkan hasil penurunan berat badan yang cepat sehingga mereka kerap menahan-nahan keinginan untuk mengkonsumsi makanan favorit. Perlu dipahami bahwa diet adalah sesuatu hal jangka panjang dan merubah kebiasaan bukanlah hal yang bisa terjadi dalam waktu singkat.

Maka setelah jumlah kalori dalam rentang BMR dan TDEE didapat, mulai lakukan penurunan secara perlahan-lahan. Tidak perlu turun kalori secara drastis dan tiba-tiba hal ini justru membuat tubuh "kaget" dan psikologis kurang siap. Sehingga tidak menutup kemungkinan diet sehat hanya berlangsung hitungan jari saja.

3. Perbanyak serat

Serat tidak saja baik untuk pencernaan sehingga mampu melarutkan kotoran dan lemak-lemak di dinding usus, tapi juga rendah kalori. Tidak heran bahwa serat dapat menjadi sahabat diet yang direkomendasikan.

Serat juga memiliki sifat mengenyangkan dalam waktu lama sehingga perut akan lebih cepat terasa penuh. Hal ini tentunya akan mengurangi keinginan makan berlebih. Tambahkan lebih banyak sayur dalam piring makan, kemudian akhiri dengan segelas air putih. Dijamin perut akan terasa kenyang lebih lama.

4. Lirik cemilan low GI

GI (Glikemiks Indeks) adalah istilah yang mengindikasikan cepat lambatnya suatu makanan dicerna hingga terserap dalam darah. Makanan yang mudah diproses (High GI) dapat menaikan gula darah secara drastis. Di samping itu juga berefek perut cepat kosong dan memicu rasa lapar kembali.

Sedangkan makanan yang sulit dicerna (low GI) membuat rasa kenyang lebih lama sehingga kadar gula darah tetap terkontrol. Efeknya tentu saja mengurangi rasa "kalap" saat waktu makan selanjutnya tiba. Contoh makanan yang disarankan seperti: roti gandum, kacang-kacangan, sayuran, dan lain-lain.

5. Beraktifitas

Berdiam diri saja biasanya membuat pikiran fokus ingin ngemil sesuatu, sehingga buatlah diri sibuk hingga nyaris melupakan kapan waktu makan tiba. Jika tidak sedang ada pekerjaan, manfaatkan energi untuk berjalan-jalan keliling kompleks, atau melakukan aktifitas olahraga yang menyenangkan misalnya berenang.

Memang diet yang sehat akan lebih bagus lagi jika diimbangi dengan olahraga terutama angkat beban. Tapi untuk pemilik berat badan berlebih, bisa memilih olahraga-olahraga ringan dahulu untuk meminimalkan cedera otot sambil tetap melakukan defisit kalori.

Bukanlah suatu hal yang mustahil untuk diet sehat dan menggeser angka timbangan ke kiri, asalkan dilakukan secara konsisten dan teratur. Tidak ada salahnya sesekali memanjakan lidah dengan mengatur jadwal cheatday. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan emosional sehingga menjalani program hidup sehat akan lebih menyenangkan.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun