Mohon tunggu...
Neni Hendriati
Neni Hendriati Mohon Tunggu... Guru - Guru SDN 4 Sukamanah

Bergabung di KPPJB, Jurdik.id. dan Kompasiana.com. Hasil karya yang telah diterbitkan antara lain 1. Antologi puisi “Merenda Harap”, bersama kedua saudaranya, Bu Teti Taryani dan Bu Pipit Ati Haryati. 2. Buku Antologi KPPJB “Jasmine(2021) 3. Buku Antologi KPPJB We Are Smart Children(2021) 4. Alam dan Manusia dalam Kata, Antologi Senryu dan Haiku (2022) 5. Berkarya Tanpa Batas Antologi Artikel Akhir Tahun (2022) 6. Buku Tunggal “Cici Dede Anak Gaul” (2022). 7. Aku dan Chairil (2023) 8. Membingkai Perspektif Pendidikan (Antologi Esai dan Feature KPPJB (2023) 9. Sehimpun Puisi Karya Siswa dan Guru SDN 4 Sukamanah Tasikmalaya 10. Love Story, Sehimpun Puisi Akrostik (2023) 11. Sepenggal Kenangan Masa Kescil Antologi Puisi (2023) 12. Seloka Adagium Petuah Bestari KPPJB ( Februari 2024), 13. Pemilu Bersih Pemersatu Bangsa Indonesia KPPJB ( Maret 2024) 14. Trilogi Puisi Berkait Sebelum, Saat, Sesudah, Ritus Katarsis Situ Seni ( Juni 2024), 15. Rona Pada Hari Raya KPPJB (Juli 2024} 16. Sisindiran KPPJB (2024). Harapannya, semoga dapat menebar manfaat di perjalanan hidup yang singkat.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pembalap

25 September 2023   14:24 Diperbarui: 25 September 2023   14:26 350
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ilustrasi foto: pngtree

"Duh, kesiangan, nih!" gerutuku, ketika kulirik jam sudah menunjukkan pukul 06.43. Biasanya perlu waktu 20 menit untuk sampai di sekolah. Bener-bener kesiangan, nih!

Dengan tergesa, kupakai helm, sepatu, dan,

"Assalamu'alaikum....!"

Kuucap salam sambil berlalu. Tanpa menunggu jawaban dari paksu, segera kutancap gas. Ups, ternyata lalu lintas cukup padat. Semua terburu-buru. Semua memburu pukul 7 rupanya.

Di depanku ada motor yang dikendarai kakek tua. Refleks, kupelankan laju motorku. Tak dinyana, sebuah motor ngebut melaju ke sisi kiriku. Kurasa motorku sedikit oleng, tersenggol sedikit. Kulirik plat nomor belakang, tampak tertekuk ke depan. Duh, sialan!

Sekilas kulihat motor yang berada di samping kiriku, tetiba melaju kencang meninggalkanku.

Rasa marahku berganti menjadi  keheranan yang luar biasa!

Bagaimana tidak?  Motor itu dikendarai oleh seorang emak-emak mengenakan rok krem dan kemeja senada. Kerudungnya melambai-lambai, saking ngebutnya. Di belakangnya, duduk Abang ojol berpegang erat pada besi, menahan tubuhnya yang terjengkang ke belakang. Dia memakai jaket ojol! Kepalanya yang tertutup helm, tampak miring ke sebelah kanan. Matanya merem, seperti ketakutan. Laju motor sangat kencang, sekilat hilang dari pandangan.

Melihat pemandangan aneh itu, meledaklah tawaku. Duh, lucu sekali! Bang ojol digonceng pembalap, saingan Valentino Rossi!

Hahahaha

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun