Rasio Likuiditas:
Hanafi (2016:75) menjelaskan bahwa :"Rasio likuiditas mengukur kemampuan luikuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap utang lancarnya (utang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaannya)." Jadi, rasio likuiditas merupakan rasio yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan tepat waktu.Rasio yang digunakan adalah rasio lancar dan rasio kas. Rumus rasio tersebut adalah sebagai berikut:
Berdasarkan diagram diatas, rasio likuiditas PT Aneka Tambang TBK di tahun 2019 adalah 1,45 artinya setiap Rp1 utang lancar dijamin oleh Rp1,45 aset lancar, Kemudian di tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 1,21 yang berarti kemampuan aset lancar dalam menjamin kewajiban jangka pendek semakin menurun dibandingkan tahun 2019. Namun pada tahun 2021 hingga 2022 likuiditas kembali mengalami peningkatan masing masing sebesar 1,79 dan 1,88, Yang artinya kondisi likuiditas PT. Aneka Tambang semakin membaik karena terjadi kenaikan pada angka rasionya.
Berdasarkan diagram di atas kondisi likuiditas PT. Aneka Tambang di tahun 2019 adalah 0,69 artinya setiap Rp 1 utang lancar di jamin oleh Rp 0,69 kas dan setara kas. Kemudian di tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 0,53 yang berarti kemampuan kas dan setara kas dalam menutupi utang lancar semakin memburuk. Namun pada tahun 2021 likuiditas kembali mengalami peningkatan sebesar 0,78 akan tetapi pada tahun 2022 likuiditas kembali mengalami penurunan, yang artinya kondisi likuiditas PT . Aneka Tambang pada rasio kas tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Rasio Solvabilitas
Hery (2018:162) mengemukakan bahwa "Rasio solvabilitas atau ratio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan utang." Jadi, rasio solvabilitas atau ratio leverage adalah salah satu rasio untuk mengetahui seberapa besar perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban jangka panjangnya. Rasio yang digunakan adalah Times Interest Ratio. Rumus rasio tersebut adalah sebagai berikut:
Diagram diatas menunjukkan bahwa Solvabilitas pada PT. Aneka Tambang TBK di tahun 2019 adalah 2,94 artinya EBIT mampu menutupi beban bunga sebanyak 2,94 kali. Kemudian di tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 2,90 yang berarti kemampuan EBIT dalam menutupi atau melunasi beban bunga semakin rendah. Namun pada tahun 2021 hingga tahun 2022 mengalami peningkatan yang sangat drastis, dimana peningkatan masing-masing setiap tahun nya sebesar 8,48 dan 13,68 kali. Yang artinya kemampuan PT Aneka Tambang TBK dalam memenuhi semua kewajiban baik utang jangka pendek ataupun jangka panjang semakin membaik.
Rasio Profitabilitas
Hanafi (2016:81) mengemukakan bahwa "rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham yang tertentu." Jadi, rasio profitabilitas adalah cara perusahaan mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan labanya. Rasio yang digunakan adalah Profit Margin Ratio atau Gross Profit Ratio. Rumus rasio tersebut adalah sebagai berikut:
Berdasarkan diagram diatas kondisi profitabilitas PT. Aneka Tambang di tahun 2019 adalah 0,02 atau 2% artinya perusahaan mampu menghasilkan laba kotor sebelum pajak dan bunga sebesar 2% dari keuntungan penjualan yang diterima nya. Kemudian dari tahun 2020 hingga tahun 2022 PT. Aneka Tambang selalu mengalami peningkatan profitabilitas dengan masing masing sebesar 0,06(6%), 0,08(8%), dan 0,11(11%). Yang artinya kinerja keuangan perusahaan ini semakin membaik.
Kesimpulan