Bagaimana denganku? Aku masih saja bangun sebagai seorang bayi. Lemah dan tak bisa apa-apa. Namun, aku percaya kesempatan kedua masih terbuka lebar. Masih ada kesempatan untuk berubah. Dan kesempatan itu adalah hari ini.
Disiplin adalah nafasku,
Prestasi kebanggaanku,
Belajar segala-galanya.
"Jika kau ingin berubah, maka pilihan itu ada di tanganmu. Dan jika kau ingin menetap, pilihan itu juga ada di tanganmu."
Hari kedua kami jalani dengan cukup baik. Lumpur dan air bukanlah penghalang maupun rintangan. Semua kami injak seperti ranting kurus kering yang terdampar di tanah. Selama kita berpegangan tangan, rintangan yang seolah-olah ranting itu tak akan menjadi lebih dari setitik debu.
Sumpah, gw udh gak kuat ngetik tanpa basa-basi dan penuh pesan moral kaya gitu. Sekarang, gimana klo gw mulai mengetik dengan bahasa yang santai aja kaya biasanya?
Peraturan dalam menulis artikel dalam Kamus Yuri: Jangan terlalu serius, orang serius nanti kuburannya sama aja sama yang gak serius.
Nah, sampai mana kita tadi? (Ciri-ciri bocah yang penyakit lupaannya murni dari janin).
Oke, intinya SAKSI 2019 itu asyik. Saking asyiknya kami gak ada yang berakhir di rumah sakit. (Sumpah, seriuasan asyik banget. Kaga ada yang salah ngomong jadi SIKSA)
Jalan-jalan ke Sangga Buana