Mohon tunggu...
Najwa Delima Chaniago
Najwa Delima Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa - saya seorang mahasiswi dari universitas pamulang dan saya mengambil jurusan Ilmu Komunikasi

saya sangat menyukai makan makanya hobi saya memasak

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Mengapa Tren Kerja dari Rumah Semakin Diminati di Kalangan Anak Muda?

28 November 2024   21:06 Diperbarui: 28 November 2024   22:10 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Keuntungan WFH(Bersumber:https://review.bukalapak.com/fashion/gaya-pakaian-wanita-saat-online-meeting-111732) 

Dalam beberapa tahun terakhir, tren kerja dari rumah work from home (WFH) semakin diminati, terutama di kalangan milenial. Pandemi COVID 19 (Korona) mempercepat pergeseran budaya kerja dan banyak perusahaan kini lebih fleksibel dalam memberikan pilihan bagi karyawan untuk bekerja dari mana saja. untuk tetap terhubung dengan perusahaan. Berikut beberapa alasanya dari meningkatnya WFH, Apa yang menarik dalam WFH dan apa yang sulit dalam WFH.

Alasan meningkatkanya WFH khususnya bagi generasi muda?

  • Kemajuan teknologi yang semakin canggih baik dalam dunia kerja ataupun kehidupan lainnya.
  • Pandemi COVID-19
  • Fleksibilitas kebutuhan karyawan

Apa yang sebenarnya membuat WFH begitu menarik, khususnya bagi generasi muda?

Kemenarikan WFH(Bersumber:https://money.kompas.com/image/2023/09/09/194131526/7-kesalahan-yang-harus-dihindari-saat-wawancara-kerja-via-zoom)
Kemenarikan WFH(Bersumber:https://money.kompas.com/image/2023/09/09/194131526/7-kesalahan-yang-harus-dihindari-saat-wawancara-kerja-via-zoom)

1. Fleksibilitas

Milenial dikenal sebagai generasi yang sangat menghargai keseimbangan antara bekerja dari rumah memungkinkan mereka menyesuaikan jadwal lebih leluasa. Mereka bisa memulai hari kerja lebih awal atau menyelesaikan pekerjaan di malam hari, sesuai dengan produktivita masing-masing.

2. Penghematan Waktu Dan Biaya

Tinggal tinggal di kota besar sering kali membuat para pekerja harus menghabiskan waktu yang lama dijalan akibat macet. Dengan WFH, milenial dapat menghemat waktu yang biasanya terbuang sia-sia

3. Manajemen Waktu

Salah satunya juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa lingkungan kerja formal, beberapa orang merasa lebih sulit untuk fokus atau bahkan mengatur batasan antara waktu kerja dan waktu istirahat. Tetapi, banyak milenial yang tetap memilih opsi ini karena mereka merasa WFH memberikan kebebasan

Apa yang sebenarnya membuat WFH begitu sulit, khususnya bagi generasi muda?

Kesulitan WFH(Bersumber:https://leukeun.com/en_US/blog/our-blog-1/post/dampak-buruk-yang-biasa-terjadi-akibat-sistem-payroll-yang-buruk-349)
Kesulitan WFH(Bersumber:https://leukeun.com/en_US/blog/our-blog-1/post/dampak-buruk-yang-biasa-terjadi-akibat-sistem-payroll-yang-buruk-349)

1. Kesehatan Mental Menurun

Terlalu lama bekerja dari rumah bisa membuat seseorang merasa terisolasi dan kesepian, karena minimnya interaksi langsung dengan rekan kerja. Hal ini dapat memicu stress.

2. Kurangnya Batasan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Ketika bekerja dari rumah, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi kabur. Akibatnya, jam kerja bisa melebar, sehingga lebih sulit untuk pekerjaan dan benar-benar beristirahat.

3. Masalah Kesehatan Fisik

Postur tubuh yang buruk karena peralatan kerja yang tidak ergonomis, minimnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak teratur bisa memicu masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, obesitas, dan kelelahan.

4. Komunikasi yang Kurang Efektif

 Komunikasi virtual tidak selalu seefektif tatap muka. Sering kali terjadi miskomunikasi karena terbatasnya ekspresi wajah dan bahasa tubuh, serta potensi keterlambatan dalam respon dapat memperlambat koordinasi tim.

5. Penurunan Produktivitas

Tidak semua orang cocok dengan lingkungan kerja di rumah yang mungkin kurang kondusi. Gangguan dari anggota keluarga, suasana yang kurang mendukung, atau fasilitas kerja yang terbatas dapat menghambat produktivitas.

Oleh karena itu, keberhasilan WFH sangat bergantung pada manajemen yang tepat, ketersediaan fasilitas kerja yang memadai, dan dukungan untuk kesehatan mental serta fisik karyawan. Dengan pengaturan yang seimbang, WFH dapat menjadi solusi kerja yang produktif dan efektif baik untuk karyawan maupun perusahaan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun