Mohon tunggu...
Nafa Utari Wibowo
Nafa Utari Wibowo Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

patient and merciful

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Kasus Penipuan Online pada Platform di Media Sosial

13 Februari 2024   17:36 Diperbarui: 13 Februari 2024   17:41 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Kehidupan manusia saat ini tak lepas dari aktivitas di media sosial dan bahkan sudah menjadi kewajiban di setiap menitnya ketika berselancar di internet. Media sosial adalah sarana yang memegang peranan penting pada hampir semua lini dalam masyarakat. Media sosial yang awalnya digunakan menjalin pertemanan dengan orang lain, kini fungsinya semakin bertambah.

Sudah seperti menjadi kewajiban dalam menggunakan media sosial, karena memang saat ini media sosial memberi banyak manfaat yang bisa membantu kehidupan bermasyarakat. Salah satunya menghapus jarak yang terjadi antar masyarakat, termasuk melakukan komunikasi sehingga sangat efektif dalam menjaga silaturahmi antar sesama.

Media sosial adalah suatu platform dengan fasilitas yang membuat penggunanya dalam hal ini masyarakat dapat melakukan aktivitas sosial. Aktivitas sosial ini bisa seperti komunikasi sebagai interaksi sosial dengan mengirim atau memberi informasi, berbagi foto dan video dan lain sebagainya sesuai dengan fasilitas yang dimiliki.

Pada dasarnya, media sosial merupakan bagian dari pengembangan akibat kemajuan teknologi dalam hal ini internet. Internet yang muncul beberapa dekade lalu berhasil membuat media sosial berkembang dengan cepat, bahkan bertumbuh dengan segala fasilitas atau manfaat baru yang diberikan kepada penggunanya.

Internet menciptakan berbagai peluang baru dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang kejahatan yang baru. Internet merupakan salah satu media komunikasi yang populer karena aksesnya yang cepat.

Dengan fasilitas internet yang sangat canggih dan mudah di pelajari,hal ini dapat menimbulkan dampak negatif yaitu kejahatan.Kejahatan yang terjadi dalam internet sering di sebut Cyber Crime (kejahatan di dunia maya). Salah satu jenis kejahatan e-commerce adalah penipuan online. Penipuan online adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab untuk memberikan informasi palsu demi keuntungan pribadi.

Di dalam dunia Internet, potensi pelaku kejahatan melakukan kejahatan sangatlah besar dan sangat sulit untuk ditangkap karena antara orang yang ada didalam dunia maya ini sebagian besar fiktif atau identitas orang per orang tidak nyata.Salah satu bentuk kejahatan yaitu kejahatan penipuan dalam transaksi jual-beli online (E-Commerce).

Berbagai modus penipuan melalui media online pun terus bermunculan dan pelaku semakin rapi dalam memuluskan aksinya dalam tindak penipuan, hal ini di terlihat dari banyaknya website-website jual beli palsu yang dibuat secara sedemikian rupa dan menawarkan berbagai produk dengan harga dibawah harga normal, dengan maksud menarik minat korban untuk membeli produk palsu, yang tentu saja dapat merugikan banyak pihak.

Seperti pada kejahatan media sosial yang terjadi pada korban yang berinisial K, ia mengalami kejadian tersebut pada salah satu platform media sosial yaitu facebook, dimana facebook pada zaman sekaranag di gunakan sebagai platform jual beli barang online, karena kecanggihan teknologi sangat memudahkan pengguna facebook mnegalami kejahatan media sosial seperti penipuan online.

Penipuan ini telah terjadi sekitar 2 bulan lalu pada tanggal 19 desember 2023, korban yang berinisial K ini membeli sebuah produk sepatu yang bermerk Nike Dunk Low Retro berwarna biru dan putih, di salah satu akun yang menjual beberapa sepatu yang memang sudah di kenal oleh banyak masyarakat sebagai sepatu yang memiliki kualitas yang tinggi dan harga nya yang cukup terbilang mahal. Sebelum ia membeli dan memesannya korban yang berinisial K ini telah banyak menanyakan mengenai harga, size, warna, dan stok yang tersedia, akun tersebut meyakinkan pembeli dan menawarkan harga yang setara dengan harga yang di jual di beberapa website dan platform official Nike. 

Alasan korban membeli sepatu pada akun facebook yang menjadi penipuan online adalah karena ia merasa bahwa akun tersebut memang aman dan terpercaya di samping itu admin akun tersebut memang sangat ramah dan fast respon saat pembeli menanyakan mengenai sepatu yang akan di beli oleh korban.

Beberapa gambar yang di upload dan di muat pada akun sosial media facebook ini sangat real dan sesuai dengan sepatu Nike pada umumnya yang di jual pada officilal store Nike, admin juga mengapload beberapa testimoni dari pembeli yang telah membeli sepatu pada akun tersebut, seolah-olah memang akun ini sudah banyak di order oleh beberapa pembeli, padahal itu semua hanya gimmick yang di buat oleh admin untuk menarik perhatian pembeli.

Admin pada akun tersebut juga sering update mengenai sepatu-sepatu yang terbaru dari segi warna dan model yang membuat para pembeli tergiur akan semua penipuan yang di lakukan oleh admin tersebut. Hingga pada akhirnya Korban yang berinisial K memutuskan untuk membeli sepatu yang sudah ia incar sekitar 1 bulan lamanya, yaitu sepatu Nike Dunk Low Retro berwarna biru dan putih, dengan size 42. 

Lokasi pada akun facebook tersebut berlokasi di Kota Bogor dan sepertinya akun tersebut telah banyak menipu korban yang akan berniat membeli sepatu, tetapi karena kejahatan dan penipuan online ini merugikan banyak pihak, dan telah mengambil banyak keuntungan pribadi untuk kepuasan diri sendiri.

Tepat pada tanggal 19 desember 2023 lalu korban yang bernisial K memesan sepatu tersebut, admin pada akun facebook ini langsung menyetujuinya dan mengatakan bahwa barang akan sampai sekitar 3 hari pada lokasi pembeli, korban ini berlokasi di Bandung barat kecamatan Ngamprah, pada saat itu korban percaya karena admin telah memberikan beberapa testimoni terlebih dahulu kepada korban.

Setelah 3 hari korban menunggu barang sampai tetapi barang tidak kunjung datang, korban telah berusaha untuk chat pada admin tetapi ia sama sekali tidak membalasnya, padahal pada saat sebelum membeli produk admin sangat fast respon jika di tanyakan soal produk yang akan di beli, korban sudah merasa tidak enak hati dan merasa bahwa ia telah di tipu oleh akun tersebut, ternyata benar saja ia menjadi korban penipuan online di media sosial yang ia pikir mungkin kejadian ini tidak akan terjadi pada dirinya, tetapi ini semua memang kejahatan yang sudah di rencanakan.

Korban mengatakan bahwa ia benar-benar di rugikan karena ia telah payment  kepada no rek admin sebelum barang akan di kirim, harga yang di tawarkan pembeli yaitu Rp 1.800.000 dan ia telah kehilangan uang tersebut secara cuma-cuma karena mengalami penipuan. Pelajaran yang dapat di ambil ialah, jangan mudah percaya pada akun yang menjual belikan barang apapun itu, karena kita sebagai pembeli harus lebih bijak dan berhati-hati jika ingin belanja online, banyak sekali penipuan yang di lakukan untuk menipu banyak korban media sosial, karena kecanggihan komunikasi di zaman sekarang menjadi peluang untuk melakukan kejahatan media sosial khusunya di berbagai platform yang dapat melakukan jual beli dan transaksi online. Semoga kejadian ini  tidak terjadi pada masyarakat lainnya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun