Mohon tunggu...
Muhammad Wislan Arif
Muhammad Wislan Arif Mohon Tunggu... profesional -

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, di mana Anak-Cucu-Cicit-Canggah hidup bersama dalam Negara yang Adil dan Makmur --- Tata Tentram Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi. Merdeka !

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Filsafat (03) Hanya Manusia yang Mempunyai Waktu

30 Maret 2010   00:54 Diperbarui: 26 Juni 2015   17:07 1174
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Flora dan Fauna ada yang mengetahui adanya peralihan waktu --- mungkin dengan sensor mata atau sensor di daunnya, mereka merasakan ada peralihan waktu - ayam berkokok ada bias cahaya merubah lebar pupil matanya , puteri malu mengatupkan daunnya karena tidak ada lagi cahaya matahari di permukaan daunnya. Mereka bersama alunan alamiah.

Ada binatang dengan nalurinya, malam berarti saat mencari makanan --- ada hewan terangsang di kegelapan malam meningkat hormon menggugah naluri seksnya, ia mendekap pasangannya. Hubungan seks nokturnal !

Codot terbang sejak senja ia mempunyai kemampuan mencari buah yang ranum walau di tengah kota yang hiruk pikuk --- dan pohon yang disukainya jarang terdapat, ia mampu menemukannya. Kampret dengan melontarkan suaranya dan organ sensor di telinga menerima kembali getaran suara itu, ia menemukan serangga mangsanya. Adakah keajaiban flora atau tanaman yang luar biasa ? Ada ! (kapan-kapan ya)

Si Hasan dan Hasanah menyadari dan mempunyai "Waktu" --- si Netty mengerti bahwa ia akan keluar kelas, karena menyadari jam pelajaran akan segera berakhir. Si Robert telah memperhitungkan faktor waktu untuk mengejar target penjual bulan ini - Menteri Sosial harus mengerti kapan Anggaran itu tersedia sesuai antisipasi bencana banjir. Menteri Pertahanan harus mengerti kapan Rudal TNI akan kadaluarsa tanggal/bulan/tahunnya. Camat harus mengerti kapan petani di daerahnya akan mulai musim tanam dan waktu koordinasi dengan Dinas Pertanian, masalah pupuk, masalah transportasi, masalah sarana dan prasarana. Wah masalah manusia neko-neko dengan waktu.

Makanya dalam ilmu modern waktu juga dikategorikan "Sumber Daya" . Lho, waktu bisa menjadi faktor penting untuk suksesnya program. Waktu menentukan kapan segalanya ditentukan oleh manusia modern. Tadi penjadwalan waktu, prioritas waktu , catu waktu , batas waktu, adalah untuk mengelola waktu --- karena waktu adalah sumber daya !

Itu waktu untuk tujuan efisiensi dan efektifitas yang positif
Yang negatif, dari sisi filosofi --- dimainkan juga oleh manusia, umpamanya --- kapan Gayus diperiksa, kapan Gayus harus pergi bersembunyi untuk menyelamatkan sindikat --- agar anggota sindikat punya waktu membuat alibi, menghilangkan bukti dan jejak, dan memberi kesempatan Atasan dan institusi membuat tabir asap. Hanya manusia ‘kan yang mempunyai "Kepentingan" (baca filsafat -02)

Jadi hanya manusia yang mempunyai "Budaya jadwal" --- manusia mempunyai konsep jadwal. Jadwal bisa dimasukkan dalam Network Planning , bisa dimasukkan dalam Mapping untuk tujuan macam-macam kemaslahatan "kepentingan manusia". Maka untuk tujuan diplomasi Presiden RI mengumumkan "Kematian Dulmatin" sengaja dilakukan didepan Sidang Parlemen Australia. Tentunya setelah dipastikan pihak kepolisian beberapa waktu sebelumnya. Karena apa ? Manusia Indonesia dan manusia Australia "berkepentingan" --- orang Australia mati lebih kurang 200 orang kena bom Bali. Nih, telah kami tuntaskan sakit hatimu !

Beri kami bantuan yang kami perlukan. Manusia Indonesia berkepentingan untuk dibantu. Itu sumber waktu untuk tujuan diplomasi !

Wah, ajaib sekali sumber daya waktu ya ? Hanya manusia yang menyadari dan mempunyai waktu. Untuk apa saja --- untuk tujuan ekonomi, pertahanan dan keamanan, teknis, perencanaan, menata jadwal politik, jadwal ketatanegaraan, suksesi kepemimpinan, suksesi warisan jabatan, wasiat untuk tahta dan harta bagi pewaris.
Dan seharusnya waktu juga direkayasa untuk tujuan "Strategi Kebudayaan"

Untuk apa ? Kebudayaan Indonesia (lama) ‘kan luhur dan bagus - bisa dijual dalam industri pariwisata. Iyaaaaa ya !

Itu mungkin hanya mampu untuk membesarkan Indonesia, mungkin. Di jaman modern pertumbuhan ekonomi dan budaya tidak cukup hanya sampai negeri itu besar. Tetapi "Budaya Masa Depan" harus mampu menjadikan Indonesia "Great" --- Negeri yang Agung, agung dalam tatanan IPOLEKSOSBUD HANKAM.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun