Bila engkau memberi dari hartamu,
Tiada seberapa pemberian itu
Tetapi bila engkau memberi dari dirimu
Itulah pemberian yang penuh arti
(Kahlil Gibran, Sang Nabi)
Memberi berarti menyerahkan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Memberi adalah tindakan yang dilakukan oleh orang yang
hatinya penuh kasih atau mengasihi. Memberi dengan dasar kasih berarti ikhlas. Orang yang hatinya ikhlas akan merasakan
indahnya berbagi atau memberi. Dengan memberi membuat orang lain Bahagia, dan kita pun akan merasakan kebahagiaan yang
sejati. Memberi dengan ikhlas akan menghasilkan kepuasan, Â kebahagiaan dan mencerahkan.
Tindakan memberi menunjukkan rasa empati dan simpati kita kepada orang lain. Memberi tidak hanya ketika diminta, tetapi tanpa
 diminta pun kita memberi, dan ini menunjukkan kepekaan dan empati kita yang luar biasa. Semakin banyak kita memberi semakin
 banyak juga yang kita dapatkan (give more get more), salah satu yang kita dapatkan adalah kebahagiaan.
Ada beberapa tingkatan dalam memberi, yang semuanya dapat memberikan kebahagian bagi kita maupun bagi orang lain.
Pertama memberi materi.Â
Materi disini bisa berupa uang atau barang.  Semakin bayak yang kita miliki  semakin besar juga yang kita berikan, dan ini akan
 meningkatkan nilai spiritualitas yang kita dapatkan yaitu kebahagian.
 Kedua, memberi perhatian
Memberi perhatian akan terasa lebih sulit, karena membutuhkan kesabaran, Â dan perasaan kasih yang tulus. Â Perhatian adalah obat
 mujarab yang didambakan oleh setiap orang. Perhatian yang paling penting bagi orang lain adalah didengarkan. (bayangkan ketika
 berbicara kita tidak didengarkan pasti merasa sedih, kecewa atau bisa juga marah kan?)
 Ketiga, memberi kesempatan
Memberi kesempatan amatlah berarti bagi orang lain lebih berarti dari  memberi materi, Karena materi hanya bernilai sampai materi
itu habis, sedangkan  kesempatan bisa bermakana bagi orang tersebut seumur hidupnya, contohnya kita diberi kesempatan menulis
di Kompasiana. Ini adalah kebahagiaan yang tiada terkira, bisa mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menimba ilmu dan
silaturrahmi.Â
Keempat, memberi kailÂ
Memberi kail bermakna pemberdayaan, karena dengan memberi kail kita mengubah hidup seseorang menjadi mandiri bahkan bisa
menghasilkan seorang pemimpin. Dulu ada ungkapan, jangan beri ikan kepada siswa tetapi berilah kail.Â
Pemberdayaan juga dapat kita teladani  pada kisah Nabi Muhammad SAW ketika ada pengemis yang datang, Beliau memberikan
sebuah kampak agar mau berusaha dengan mencari kayu bakar.
Semoga kita selalu dimudahkan dan diberi kemampuan untuk memberi dengan hati yang ikhlas dan penuh kasih, sehingga bahagia
 menyelimuti hati dan jiwa.
Bumi bahaum bakuba, 07052023
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI