Oleh Mukhamad Abthal
Sudah menjadi sebuah kewajiban jika orang tua memiliki peranan yang paling utama dalam membangun perkembangan seorang anak, terlebih lagi orang tua merupakan panggung belajar pertama bagi proses kehidupan seorang anak. Cara mereka mendidik akan menentukan seberapa jauh pola pikirnya dalam bertindak-tanduk, karena, apa yang telah diajarkan orang tua di masa sekarang akan berpengaruh sangat besar dengan apa yang dilakukan seorang anak di masa depan.
Apalagi di masa pandemi seperti sekarang. sudah beberapa bulan belakangan ini pandemi covid-19 memang masih menjadi salah satu ancaman tersendiri untuk masyarakat Indonesia dalam beraktivitas, seruan-seruan datang dari berbagai pihak. Utamanya pemerintah yang menganjurkan seluruh masyarakat untuk melakukan kegiatan Nya dirumah saja, dari mulai bekerja di rumah, belajar dirumah dan lain sebagainya.
Sebenarnya hal ini dilakukan bukan untuk membatasi aktivitas kita sebagai manusia, hanya saja pemerintah ingin meminimalisir peningkatan kasus covid-19 ini yang memang laju penyebaran Nya masih cukup banyak. Di daerah-daerah tertentu bahkan masih ada yang berstatus zona merah, oleh karena itu hal-hal seperti demikian dimaksudkan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan segala aktivitas mereka.
Pada masing-masing daerah, himbauan itu masih terus ada sampai sekarang. Termasuk sekolah-sekolah yang mengharuskan siswa-siswinya untuk belajar dirumah saja sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Agar semua sistem pendidikan bisa terus berjalan, maka pihak sekolah akan terus memantau perkembangan setiap siswa-siswinya lewat wali kelas mereka masing-masing.Â
Maka, pemerintah melalui menteri pendidikan dan kebudayaan Bapak Nadiem Makarim menyarankan agar proses belajar mengajar tetap berjalan lewat metode daring.
Daring merupakan metode belajar dengan menggunakan model interaksi secara tidak langsung berbasis internet serta learning manajemen sistem seperti halnya menggunakan google meet, google zoom dan lain sebagainya. Biasanya pihak pengajar akan mengirimkan sebuah link resmi yang nantinya akan langsung tertuju pada materi yang akan diajarkan.Â
Tak hanya itu, untuk tingkat SD dan SMP pihak sekolah akan memberikan LKPD atau Lembar Kerja Peserta Didik untuk seluruh siswa-siswinya. Hasil dari pembelajaran itu akan menjadi bahan evaluasi tersendiri oleh pihak wali kelas di akhir semester nanti.
Dari metode-metode yang sudah dijelaskan tersebut tentu seorang siswa maupun siswi akan banyak menghabiskan waktu kegiatan mereka di rumah. Secara keseluruhan, sebagai orang tua, mereka juga memiliki peran untuk terus memantau perkembangan anaknya itu. Dari mulai mengawasi kapan mereka harus belajar, membantu ketika seorang anak mendapati kesulitan dalam  proses belajar, mendidik dengan sebagaimana mestinya dan yang paling utama yakni menjaga pola hidup bersih selama masa pandemi ini.
Pada sebuah riset untuk mengetahui sejauh mana peran orang tua terhadap proses pembelajaran dari rumah ini. Hasil menunjukan bahwa secara umum peran yang muncul adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang dan pengawas. Diperlukan panduan bagi orang tua dalam membantu mendampingi kegiatan anak yang berbasis pada kebutuhan mereka selama proses belajar dirumah akibat pandemi seperti sekarang ini.
Pada dasarnya, sistem belajar di rumah ini sesuai dengan Trilogi pendidikan Nya Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan dapat bersumber pada tempat yakni rumah, sekolah dan lingkungan. Dimana orang tua pun memiliki andil besar dalam penerapan sistematika pendidikan yang harus terus berjalan ini.
Namun, dalam beberapa kesempatan, orang tua terkadang justru menemukan banyak kendala saat proses itu berlangsung. Utamanya yakni dalam hal pembelajaran, masalah-masalah itu beragam seperti seorang anak yang memang sudah terlalu nyaman dirumah hingga lebih banyak meluangkan waktunya untuk bermain dengan teman-teman usianya. Ada beberapa materi pembelajaran yang orang tua sendiri tidak mengerti secara keseluruhan, jaringan koneksi internet yang buruk dan pola adaptasi orang tua dalam hal pembelajaran terhadap anak terkadang sangat sulit untuk disesuaikan.
Oleh karena itu, sistem pembelajaran jarak jauh membuat orang tua perlu ekstra dalam mendampingi anak. Hanya saja, momentum yang seharusnya membahagiakan ini justru tidak jarang malah membuat anak dan orang tua menjadi frustasi. Kenyataanya memang tidak mudah memahami psikis seorang anak dalam proses metode pembelajaran, menyesuaikan dengan apa yang sudah diajarkan gurunya selama di sekolah.
Menurut Psikologi, Mayke S Tedjasaputra, ia mengemukakan bahwa seorang anak pada umumnya cepat merasa bosan pada situasi dan kondisi tertentu, oleh karena itu seorang anak harus diberikan rangsangan dengan cara memperhatikan apa kemauan mereka, pola pikir orang tua kadang memang harus disesuaikan dengan perilaku anak tersebut.
Di sini, tentu sangat penting membangun peranan orang tua pada metode belajar jarak jauh terhadap anak di masa pandemi seperti sekarang. Cara ini tentu hanya dapat ditentukan oleh pola pikir orang tua itu sendiri. Karena, orang tua sebagai pihak yang lebih dewasa tentunya harus bisa menguasai situasi dan kondisi secara keseluruhan, menjadi titik sentral yang baik, yang bisa ditiru oleh anaknya.Â
Karena merubah kepribadian anak dalam belajar saat di sekolah dengan di rumah tentu bukanlah perihal yang mudah. Tetapi, tetap saja hal itu bukan berarti orang tua tidak bisa mengubahnya secara keseluruhan, minimal sedikit demi sedikit. Apalagi orang tua juga merupakan teladan yang paling utama bagi anak pada masa-masa sulit seperti ini.
Harus tetap berkepala dingin, sabar, tidak gampang marah, jika kita merasa sudah maksimal namun respon si anak masih belum sesuai dengan harapan kita maka kita bisa beristirahat sejenak, dengan tetap menjaga pola makan yang sehat, pola tidur yang teratur, ditambahkan dengan sedikit olahraga agar tubuh tetap sehat dan pikiran akan lebih tenang.Â
Sebagai orang tua yang baik kita harus sadar betul jika anak adalah aset yang paling berharga di masa depan. Ia yang nanti akan mengangkat derajat kita sebagai orang tua saat kita berhasil mendidiknya menjadi manusia yang lebih baik.
Hal lain yang tak kalah penting adalah, orang tua pun perlu wawasan yang luas tentang bagaimana cara terbaik dalam memahami seorang anak pada proses belajar, mengetahui apa kekurangan dan kelebihan mereka agar bisa menjadi bahan evaluasi untuk kedepanya. Seorang anak perlu belajar tentang ketahanan, produktivitas dan fleksibilitas secara keseluruhan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI