Mohon tunggu...
Muhammad Khalid
Muhammad Khalid Mohon Tunggu... Lainnya - Politisi Pengusaha

Seorang anak petani yang berjuang merubah nasib

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Antara Perjuangan dan Kekayaan Alam

19 November 2016   09:42 Diperbarui: 19 November 2016   10:23 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Daerah basis perjuangan butuh perhatian

Bismillahirrahmaanirrahiim. 

Kali ini saya kembali akan berbagi cerita tentang suatu daerah yang secara dejure berada dalam lungkungan pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. 

Lansung saja sekarang daerah tersebut dinamai 1. Baruah Gunuang 2. Sungainaniang 3. Koto Tangah 4. Kototingi. Sesungguhnya masih ada lagi seperti Mahat,  Tanjuang Bungo,  Pandam Gadang, Banja Laweh,  Andiang,  Limbanang,  Sungai Rimbang, Suliki, Talang Onau. 

Pada masa pemerintahan Orde Baru semuanya masuk dalam wilayah kecamatan Suliki Gunung Mas,  namun sekarang sudah dimekarkan jadi tiga kecamatan yaitu Kec Suliki,  Kec Bukik Barisan dan Gunung Mas.

Walaupun sudah dimekarkan jadi beberapa kecamatan namun kondisi pembangunan fisik sampai saat ini masih memprihatinkan. Ada yang menonjol memang dari daerah ini diantaranya mempunyai potensi kandungan alam yang berlimpah seperti emas,  batubara dan potensi pertanian. 

Potensi daerah ini tidak mengada-ada karena sudah terbukti tambang emas yang pertama digarap oleh bangsa Belanda semasa mereka menjajah Nusantara dulunya disebut Hindia Belanda sekarang Indonesia berada disalah satu sudut negeri ini. 

Selain memiliki potensi kekayaan alam kawasan ini juga melahirkan seorang bapak bangsa yaitu Dt Ibrahin Tan Malaka. Daerah ini juga pernah jadi sentral pemerintahan darurat Indonesia yang lebih kurang selama sembilan bulan menyelamatkan negara. 

Panjang memang perjalanan negeri kecil ini,  sejak zaman penjajahan sudah ambil bagian dalam cerita pahit zaman penjajahan. cerita pahit itupun berlanjut entah sampai kapan?. 

Belakangan setelah melalui dinamika perjuangan yang cukup panjang kawasan ini dibangun monumen nasional belanegara. Pembangunannya sedang berjalan dilakukan bertahap dalam pembangunan multi years. Bangunan tersebut mengisaratkan sebuah pengakuan negara pada PDRI. 

Pengakuan dengan membangun sebuah museum saja tidaklah cukup.  Mengingat saat ini kemerdekaan bangsa sudah mencapai usia 71 tahun. Sementara didaerah kecil ini belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. 

karena pada tahun 80-an masyarakat masih harus berjalan kaki sejauh hampir 20 kilo meter menuju jalan raya.  Sekarang sudah ada jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tapi pemerintah entah kemana.  baik pemerintah kabupaten, provinsi apalagi pemerintah pusat. 

Mereka hanya sibuk dengan urusan nereka masing masing dan daerah ini tetap tidak dapat perhatian. Masyarakat didaerah ini memang tangguh menghadapi keadaan. Dalam kondisi seperti itu masyarakat masih saja tetap optimis pada kehidupan. 

Mereka tetap yakin suatu saat akan ada seorang yang mampu memperjuangkan mereka.  Hal itu dilihat dari tingkat pendidikan masyarakatnya. Mereka terus melahirkan anak yang jadi sarjana bahkan sudah ada yang jadi profesor. 

Diakuinya daerah ini sebagai daerah belanegara kembali membawa setitik harapan yang selama ini hampir sirna. Tapi kapan pengakuan tersebut akan mensejahterakan masyarakat.

Apa mungkin yang diharapkan dari daerah ini hanya sebagai benteng,  ketika negara rusuh penyelamat negara mengendalikan pemerintahan dari sini.  Atau hanya mengharapkan kekayaannya saja,  karena sudah tersiar kabar emas dari negeri terpencil ini akan ditambang lagi. 

wallahualam. 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun