Mohon tunggu...
Muhammad Irwan
Muhammad Irwan Mohon Tunggu... -

Mengikatlah Diri ke Musafir Ulama dan Ulama Musafir lalu teruslah mengikat Simpulnya dengan kuat, teruslah mengikuti sampai akhirnya kembali kepada Sang Pencipta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kenapa Sulit Menerima Nasehat?

16 Agustus 2017   14:15 Diperbarui: 23 Agustus 2017   07:51 2399
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.

Mereka itulah orang-orang yang lalai."

(QS. Al A'raf : 179)

Matinya Hati

Matinya hati ditandai dengan susahnya menerima nasehat, sedangkan susahnya menerima nasehat disebabkan karena merasa sempurna dan merasa sudah tinggi kedudukannya dari makhluk lain.

Nasehat hanya akan berguna bagi manusia yang mau mendengar dan manusia yang mau berfikir, sadar akan tempat kembalinya nanti, yakni manusia yang percaya akan adanya kehidupan lagi setelah kematian dengan didasari Iman kepada Allah SWT, tunduk pada hukumNya disertai dengan melakukan amal ibadah yang diwajibkanNya.

Dari Ibn Umar, dia berkata : Aku bersama Rasulullah SAW, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada Beliau, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, lalu dia bertanya : " Wahai Rasulullah, manakan diantara kaum mukminin yang paling utama?", beliau menjawab, " Yang paling baik akhlaknya diantara mereka ". Dia bertanya lagi :"Manakah diantara kaum mukminin yang paling cerdik?" Beliau menjawab. " Yang paling banyak mengingat kematian diantara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian, mereka itu orang-orang yang cerdik".

 (HR. Ibnu Majah. Hadist Hasan -- Ash Shahihah)

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun